Arsitektur Semantic Web


Sebagai sebuah arsitektur software, standarisasi Semantic Web juga mengandung berbagai metode, komponen, dan teknologi yang tersusun sedemikian rupa untuk menyediakan berbagai macam fungsi agar mesin komputer dapat menterjemahkan dan “memahami” informasi yang terkandung dalam suatu objek informasi, seperti halaman web, web service, atau objek layanan lain. Seperti yang didefinsikan oleh L. Bass, et.al. dalam bukunya Software Architecture in Practice (2003), sebuah arsitektur software adalah sebuah struktur sistem yang tersusun dari elemen-elemen software, properti-properti dari elemen tersebut, serta hubungan antar elemen. Berangkat dari definisi tersebut, maka dalam memahami lebih dalam tentang elemen-elemen dalam Semantic Web akan lebih baik jika memahami arsitektur yang menyusun sebuah infrastruktur semantic web itu sendiri.

Berdasar publikasi materi presentasi oleh Tim Berners-Lee (2000) pada situs w3.org, diperoleh sebuah gambaran skema arsitektur Semantic Web sebagai sebuah arsitektur software berlapis (layer).  Berikut adalah skema arsitektur tersebut: Baca lebih lanjut

Iklan

Mengenal Database Raksasa: Semantic Web


Aplikasi Web

Pada saat protokol HTTP dan HTML mulai dilempar ke dunia industri tahun 1991, mulailah suatu era penyebaran informasi yang sangat cepat dan tersebar seperti saat ini. Penyebaran ini tentu saja sangat didukung pula oleh infrastruktur jaringan Internet dan juga protokol jaringan TCP/IP yang sangat terbuka untuk diterapkan oleh semua pihak. Dengan karakteristiknya sebagai pembangun tautan antara satu sumber informasi dengan sumber informasi yang lain, maka terbentuklah suatu jejaring informasi yang sangat besar dan komplek. Jika mungkin divisualisasikan dari 631,521,198 laman (site) (sumber dari Netcraft.com, Maret 2013) yang aktif saat ini, mungkin kita akan melihat sebuah jejaring “laba-laba” yang luar biasa semrawutnya. Protokol HTTP sendiri, sebagai protokol utama pembangun jejaring informasi, sebenarnya sebuah protokol pendukung aplikasi. Dengan kekuatan protokol HTTP inilah, segala isi (content) yang dibawa olehnya dapat dengan mudah dipertukarkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Ada baiknya jika pembaca juga menelaah artikel dari W3C tentang arsitektur WWW (http://www.w3.org/TR/webarch/). Arsitektur web ini semakin kompleks dengan berkembangnya teknologi komponen web yang diterapkan di dalamnya untuk menjawab kebutuhan pemakai.

Dengan model client/server minimal 3 lapis, menjadikan aplikasi berbasis web sangat efektif diterapkan untuk pembangunan aplikasi-aplikasi yang menitik beratkan pada banyak pemakai dan berbagi informasi. Gambar 1.a. memberikan gambaran sederhana tentang sebuah blok diagram aplikasi web yang menitik beratkan pada distribusi masukan dan keluaran tampilan informasi dari dan ke pemakai.

Gambar 1a. Blok Dasar Aplikasi Web

Baca lebih lanjut

Semantic Web di Oracle 11g


Akhirnya kesempatan menuliskan tentang semantic web di Oracle 11g ada juga. Ini hanya sebuah dokumentasi dari apa yang pernah saya lakukan untuk percobaan semantic web di Oracle 11g berdasar OBE yang berjudul “RDF Semantic Data Management Using the Oracle Spatial 11g Option“. Tuntunan di sana sudah sangat lengkap, hanya saja, ada beberapa kebutuhan awal yang harus dipenuhi dan untuk memenuhi tersebut, kita harus mengunjungi metalink yang merupakan salah satu layanan support khusus untuk pelanggan Oracle. Untuk itulah, di sini saya ingin sedikit menuliskan langkah-langkah tersebut. Baca lebih lanjut