doo: Software Manajemen Dokumen Personal


Masalah yang pasti saya hadapi terhadap pemakaian komputer adalah manajemen dokumen atau file yang tidak teratur. Kondisi ini semakin diperparah ketika hampir tiap hari saya melakukan pengunduhan terhadap berbagai macam file/dokumen dan saya letakkan di sembarang folder karena ingin melewati proses pemilihan folder. Dengan tidak teraturnya letak penyimpanan, maka pencarian dokumen selalu saya lakukan dari fasilitas Spotlight di Mac OS X atau Search di Windows. Namun karena dokumen yang dikembalikan juga banyak, saya membutuhkan waktu yang juga tidak pendek untuk menemukan apa yang saya cari.

Karena kebutuhan yang mendesak itulah, lalu saya mencoba mencari-cari di App Store tentang manajemen dokumen. Dari hasil pencarian, saya mendapati sebuah aplikasi bernama doo. Nama yang pendek, mudah diingat, namun sepertinya memberikan fungsi yang komplek untuk manajemen dokumen. Lalu saya coba pasang di Mac OS X saya.

Pertama kali, saya disodori pilihan folder mana saja yang akan ditangani oleh doo. Dengan doo saya juga dapat memasukkan beberapa layanan penyimpan awan, seperti Google Drive, Dropbox, Box. Namun karena saya sudah mensinkronisasikan di komputer saya, maka saya cukup menambahkan folder-folder dari layanan penyimpan awan ke doo. Selanjutnya, doo langsung memindai semua file dokumen yang ada di folder-folder yang saya tambahkan tadi. Hasilnya langsung membuat saya kagum dan suka. Bagaimana tidak, metadata-metadata yang dapat dihasilkan sangat membantu saya dalam pencarian.

Contoh tampilan doo

Contoh tampilan doo

Satu hal yang menurut saya kendala adalah proses indexing yang dilakukan oleh doo. Dengan prosesor core 2 duo 2.66 MHz RAM 8 GB, proses indexing yang dilakukan mencapai 104% untuk total kedua core yang saya miliki. Sehingga tidak heran jika sewaktu proses indexing berlangsung, kipas notebook saya bekerja sangat keras. Tapi ya bagaimana lagi, dinikmati saja dengan cara selama proses indexing berlangsung saya menggunakan komputer yang lain.

Setelah proses indexing selesai, doo masih melanjutkan melakukan proses OCR untuk pengenalan karakter dari file-file gambar yang saya miliki. Luar biasa. Untuk proses OCR ini, saya dapat memilih apakah mau menggunakan seluruh tenaga CPU atau santai atau dihentikan sementara waktu.

Thanks to doo for your amazing tool.

Iklan

X11 di Mountain Lion


Paket lain yang terimbas oleh Max OS X 10.8 adalah tidak disertakannya X11 Server ataupun Client library. Kenyataan ini baru saya ketahui setelah gagal menjalankan Inkscape di Mac OS X 10.8. Dari sinilah kemudian saya googling, dan mendapati dari situs Apple support tentang tidak disertakannya secara default paket X11 pada 10.8. Dari halaman tersebut disebutkan bahwa untuk paket X11, dan jika tetap membutuhkan disarankan untuk memasang paket XQuartz. Akhirnya saya mengunduh paket XQuartz versi 2.7.4 (versi final terakhir saat saya unduh) yang berukuran 66.89 MB.

Setelah terunduh, langsung saja saya pasang dengan cara klik dua kali file XQuartz-2.7.4.dmg dan klik dua kali lagi pada file XQuartz.pkg. Dengan mengikuti langkah-langkah pemasangan, akhirnya XQuartz terpasang dengan konsekuensi akan memakan ruang penyimpanan harddisk kita sebesar 196.5 MByte.

XQuartz

Saya lanjutkan dengan mencoba kembali menjalankan Inkscape, dan munculah sebuah dialog yang meminta saya untuk memilih X11 mana yang akan digunakan. Dari daftar aplikasi yang diberikan, tidak ada item XQuartz. Sehingga saya klik tombol [Browse] dan saya pilih XQuartz. Saya menunggu untuk beberapa saat untuk kemudian Inkscape saya dapat berjalan.

File RapidMiner .app untuk Mac


Jika Anda pengguna RapidMiner di lingkungan MacOSX, seperti saya, tentunya untuk menjalankan paket aplikasi tersebut adalah membuka Finder, lalu membuka folder RAPIDMINER_HOME/scripts, dan menjalankan sebuah file script bernama RapidMinerGUI. Untuk mempermudah eksekusi aplikasi RapidMiner di MacOS, mestinya akan lebih mudah jika tersedia sebuah file .app yang dapat digunakan sebagai shortcut untuk RapidMiner. Terkait dengan itu, saya mencoba membuat sebuah file RapidMiner.app sederhana. Setelah terunduh, silahkan ikuti langkah sederhana berikut:

  1. Uraikan file zip yang ada, dan letakkan file RapidMiner.app di dalam folder RAPIDMINER_HOME, yaitu folder di mana semua paket aplikasi RapidMiner tersimpan.
  2. Selanjutnya, klik kanan file RapidMiner.app, dan pilih Show Package Contents.
  3. Lalu bukalah folder Contents > MacOS, dan dengan menggunakan aplikasi teks editor, silahkan dibuka file RapidMiner.
  4. ubahlah string path yang disimpan pada variabel RAPIDMINER_HOME menjadi path folder di mana RapidMiner kamu tempatkan.
  5. Silahkan disimpan kembali file RapidMiner, dan sekarang kamu tinggal klik dua kali pada file RapidMiner.app untuk menjalankannya.

Dengan file .app ini, Anda dapat meletakkannya di Dock, sehingga dengan satu klik akan dieksekusi. Semoga bermanfaat, jika ada yang bersedia memperbaiki, silahkan beri komen. Thanks.

Pengembangan Aplikasi J2ME di Mac OSX


Sejak Desember 2010, saya mulai berada di dua lingkungan, Linux (Fedora) dan Mac OSX. Saya sendiri masih membutuhkan lingkungan untuk pengembangan aplikasi J2ME. Untuk lingkungan Linux tidak masalah, karena saya menggunakan NetBeans dan WTK 2.5.x. Sedangkan untuk lingkungan Max OSX, saya hanya menggunakan Eclipse + ME Plugin. J2ME WTK 3.0 untuk Mac dapat diunduh secara gratis (sayangnya mulai versi 3, J2ME WTK tidak tersedia untuk Linux).

Untuk mengatur lingkungan J2ME di EclipseME, kita dapat lakukan dengan langkah sederhana:

  • Pilih Eclipse > Preferences > Java ME
  • Pada item WTK Root isikan /Applications/Java_ME_SDK_3.0.app/Contents/Resources
  • Kemudian pada Java ME > Device Management, klik Manual Install… lalu masukkan /Applications/Java_ME_SDK_3.0.app/Contents/Resources
  • Tunggu sampai semua emulator device muncul, klik Finish.

Sedangkan saya sudah punya lingkungan pengembangan J2ME di Mac OSX.