ins_emagent.mk


Jika ditemukan error instalasi Oracle 11g R2 pada Fedora 13/14 yang berbunyi:

Error in invoking target 'agent nmb nmo nmhs tclexec' of makefile '/u01/app/oracle/product/11.1.0/db_1/sysman/lib/ins_emagent.mk

maka, berdasar diskusi di sysdbaonline.com, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. pada tampilan OUI yang menampilkan pesan error, silahkan kembali ke terminal
  2. jalankan perintah:
    vi $ORACLE_HOME/sysman/lib/ins_emagent.mk
  3. lalu cari string MK_EMAGENT_NMECTL, sampai menemukan $(MK_EMAGENT_NMECTL)
  4. tambahkan di belakang baris tersebut dengan -lnnz11, sehingga menjadi $(MK_EMAGENT_NMECTL) -lnnz11.
  5. kembali tampilan OUI, dan klik Retry.

 

Iklan

Antara Fedora, Wine dan Game


Liburan lebaran kemarin, di satu hari tertentu saya telah mencoba memasang game-game lawas (yang jalan di Windows 95/98) untuk dapat dijalankan di atas Wine 1.1.29. Game-game tersebut antara lain: Commandos: Behind Enemy Line, MDK2, SEGA Virtual Cop 2, SEGA the House of the Death, dan Microsoft Age of Empire II: The Age of King. Semua game tersebut dapat jalan baik di Windows, kalaupun masalah sound yang tidak keluar, seperti pada game Microsoft Age of Empire II. Beberapa permainan lain juga sempat saya coba, seperti StarCraft dan V-Rally 2, dimana keduanya tidak dapat dijalankan di Wine 1.1.29. Masih ada banyak game di Windows 95/98 yang perlu di coba juga di Wine. Tapi setidaknya kita bisa nyatakan bahwa di Linux, kita juga dapat bermain beberapa game Windows. Beberapa foto layar Fedora saya yang menangkap beberapa permainan yang jalan di Wine atau permainan yang memang murni untuk Linux dapat dilihat di picasaweb saya.

Fedora is great

AptanaStudio akhirnya jalan di Fedora 10


Setelah hampir 1 bulan sejak download AptanaStudio tidak tersentuh, malam ini akhirnya saya baru coba pasang dan jalankan AptanaStudio di Fedora 10. Pada awalnya kesalahan hampir sama dengan aplikasi-aplikasi lain yang menggunakan framework Eclipse, yaitu kesalahan XUL runner. Waktu saya install XMind, saya pasang firefox 2.x dan mengarahkan parameter $MOZILLA_FIVE_HOME ke folder firefox 2.x.
Sekarang dengan cara yang serupa, AptanaStudio tidak mau terima. Lalu saya baca-baca di forum Aptana yang ternyata memang masalah di versi xulrunner nya, yang ternyata butuh versi 1.8.x. (di Fedora 10 setelah di update xulrunner menjadi versi 1.9). Akhirnya saya download sendiri xulrunner-1.8.1.3. Lalu saya ekstraksi ke folder /usr/lib dengan nama folder xulrunner-1.8.1.3 agar tidak menimpa folder xulrunner yang di link ke xulrunner 1.9. Lalu saya pindahkan hasil ekstraksi AptanaStudio ke /usr/local, sehingga di dalam folder tersebut terdapat subfolder aptana. Di dalam folder /usr/local/aptana, saya buat script runAptana.sh seperti yang disarankan di forum:

#!/bin/bash
export MOZILLA_FIVE_HOME=/usr/lib/xulrunner-1.8.1.3
/usr/local/aptana/AptanaStudio -vm /usr/java/default/jre/bin/java

di sini java yang harus kita gunakan adalah java versi 1.6 (saya gunakan dari Sun Microsystem). Dari dalam folder /usr/local/aptana, saya jalankan ./AptanaStudio. Berhasil!!! Senangnya. Ada cara lain yang lebih praktis??

Referensi:

Installing Aptana Studio on Linux

Masalah Swing dan Netbeans 6.5 di Linux


Masalah utama menjalankan Netbeans 6.5 di linux dengan java 1.6 adalah sering kali keyboard saya seperti terkunci. Saya bingung dengan keadaan ini. Saya coba cari laporan bug dan forum untuk Netbeans. Pertama ada yang menyarankan untuk membuang paket SCIM dari linux. Sudah saya buang, tapi tetap saja keyboard saya “mati” di Netbeans.

Kemudian ada yang mengatakan bahwa yang salah bukan pada Netbeans, tapi pada environment Java JDK 1.6 (lihat ini). Kalau kita menggunakan AWT_TOOLKIT=MToolkit, akan mengakibatkan keyboard sering disable pada lingkungan Swing. Untuk itu disarankan untuk diganti dengan AWT_TOOLKIT=XToolkit. Akhirnya saya mencoba memasukan deklarasi

export AWT_TOOLKIT=XToolkit

di dalam file $NETBEANS_HOME/bin/netbeans. Dan setelah itu, rasanya memang belum mengalami keyboard “mati” lagi di Netbeans. Semoga memang demikian.

Catatan: ketika kita mengaktifkan Compiz (desktop effect) di Gnome, kita perlu memasang paket libXp agar MToolkit dapat berjalan di lingkungan Java.

Fedoraku fresh…


Seminggu setelah di release, akhirnya saya putuskan juga untuk melakukan fresh install Fedora 9 di komputer saya. Backup email, database, dokumen saya lakukan. Proses instalasi dari CD pun dimulai. Seperti halnya instalasi Windows, instalasi distro Fedora 9 juga sangat mudah (The Perfect Desktop – Fedora 9). Untuk lebih memudahkan saya, saya menggunakan arahan yang ditulis oleh my-guides.net.

Setelah selesai instalasi, saya mencoba melakukan instalasi Netbeans 6.1 dengan kondisi saya mengaktifkan gnome-compiz dan menggunakan jdk 1.5_12 dari sun. Ternyata gagal! Selidik punya selidik, pada paket Fedora 9 ini sudah disertakan OpenJDK. Saya pasang OpenJDK, akhirnya instalasi Netbeans 6.1 berjalan lancar.

Tambahan lain yang saya lakukan adalah memasang Avant Window Navigator (yum install avant-window-navigator awn-extras-applets). Yang menarik dari versi awn 0.2.6.8 ini adalah adanya applet yang memberikan daya tarik luar biasa. Salah satunya yang menarik saya adalah applet stack yang mirip seperti Mac Panther.

Untuk lingkungan pemrograman baru, saya menambah gambas2 yang memberikan lingkungan ide yang lebih atraktif dan menarik seperti halnya VB 6. Alasan utama bagi saya sendiri mengapa menggunakan gambas sebagai alternatif pemrograman di lingkungan linux adalah karena saya dahulu programmer VB6 😀 . Gambas memberikan kemudahan yang serupa bagi saya untuk mengembangkan program di lingkungan linux. Sangat menarik. Saat ini saya masih belum tertarik untuk menggunakan mono, salah satu alasannya adalah mono masih belum stabil dan masih lambat. Tapi siapa tahu suatu saat akan menarik, karena saya juga sedang belajar menggunakan VB .NET :D, selain java sebagai bahasa pemrograman utama saya.

Ada lagi yang menjadi perhatian saya adalah ketika memasang VMWare Player 2.0.3 di FC9. Ketika saya berada di FC8, dengan menggunakan patches 1.1.6 tidak ada masalah karena waktu itu kernel yang ada 2.6.24.x-x. Begitu di FC9, kernel terbaru yang saya dapat adalah 2.6.25.3. Menurut forum VMWare saya harus harus mengunduh patches 1.1.7 (silahkan download), lalu menjalankan script yang tersedia runme.pl. Setelah selesai, semuanya lancar saja.

Fedora 9 Sulphur


Tanggal 13 Mei nanti, Fedora 9 final release (dengan code name Sulphur) akan diluncurkan ke publik, berarti kurang lebih hamppi 5+ bulan sejak Fedora 8 diluncurkan. Yang menjadi ciri khas dari Fedora untuk setiap release-nya adalah tampilan artwork baru yang lebih menawan. Pada Fedora 8 kita sudah menikmati stabilnya Compiz Fuzion dan GL Desktopnya, yang menjadikan desktop kita menjadi sangat sangat indah dan atraktif, dengan kemampuan Desklet yang dapat kita pasang di desktop kita. Tapi yang menjadi masalah adalah, termasuk di notebook saya juga, waktu startup X.org dan Fuzion menjadi terasa agak lama. Untuk itulah pada Fedora 9, akan disertakan sebuah paket yang disebut One Second X, yaitu membuat X window kita dapat startup kurang lebih dalam waktu hanya 1 detik.

Paket lain yang sangat menarik untuk kita nikmati adalah dukungan ke sistem file ext4 yang menawarkan kemampuan yang lebih baik daripada ext3, salah satunya kita akan mendapat jaminan journal checksum yang lebih baik, kecepatan akses, dapat menampung lebih dari 32000 subdirektori.

Yang tidak kalah menarik lagi adalah disertakan sebuah Network Manager baru yang mendukung Mobile Broadband, seperti GSM dan CDMA, jadi kita bisa lebih mudah dalam pemakaian GSM/CDMA modem untuk membuat koneksi ke Internet. Sepertinya Fedora 9 akan menyediakan segala kemudahan yang tidak kalah dengan sistem operasi lainnya. Hmm…siap-siap untuk upgrade kembali padahal baru 3 bulan saya upgrade dari Fedora 7 ke Fedora 8. Yah yang penting Fedora selalu fresh dan semakin asik aja.