Form Master Detail di Oracle APEX


Kali ini kita akan membuat sebuah form master detail yang akan diterapkan untuk tabel MJURNAL dan DJURNAL yang telah kita buat sebelumnya. Mengapa master detail, karena relasi antara MJURNAL dan DJURNAL adalah relasi induk dan anak, dimana satu data MJURNAL dapat memiliki banyak data DJURNAL.

Pembuatan form master detail dengan APEX tidaklah sulit karena telah disediakan fasilitas pembuatan dalam bentuk tahapan (wizard) yang sangat membantu siapa saja. Sebagai persiapan, kita harus membuat dua buah objek SEQUENCE yang akan digunakan untuk mengisi ID pada tabel MJURNAL dan ID pada DJURNAL. Berikut langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk pembuatan objek SEQUENCE di Oracle XE 11g :

  1. Klik menu utama [SQL Workshop], dan klik icon [Object Browser]
  2. Pada halaman Object Browser, klik tombol [Create ] dan pilih item [Sequence].
  3. masukkan MJURNAL_SEQ untuk item Sequence Name, lalu klik tombol [Next].
  4. Akan dimunculkan perintah SQL untuk pembuatan objek Sequence baru, silahkan klik tombol [Create].
    create sequence "MJURNAL_SEQ"
    start with 1
    increment by 1
    nocache
    nocycle
    noorder
    / 
  5. Ulangi langkah di atas untuk pembuatan objek sequence kedua yang bernama DJURNAL_SEQ.

Untuk membuat form master detail, berikut langkah-langkah yang dapat dicoba:

  1. Masuklah pada Application Builder, dan klik tautan nama aplikasi yang sebelumnya telah dibuat, yaitu “Keuangan Sederhana”. Baca lebih lanjut
Iklan

Prinsip Liskov Substitution


Liskov Substitution Principle (LSP) merupakan prinsip ketiga dari perancangan class dalam pemrograman berbasis objek. Seperti yang disampaikan pertama kali oleh Barbara Liskov tahun 1988, LSP menganut prinsip:

Methods that use references to the base classes must be able to use the objects of the derived classes without knowing it

Untuk mendukung prinsip tersebut, maka struktur rancangan antara class induk dan class turunannya harus dapat menyediakan mekanisme method yang dapat dipanggil tanpa perlu “rasa takut” dari dalam method yang menerima parameter referensi dari class induk. Untuk memudahkan, kita dapat melihat contoh struktur class berikut ini yang dapat dikatakan melanggar prinsip LSP:

Baca lebih lanjut

Bersolek di depan layar ponsel


Beberapa kali ketika saya berjalan melintasi sekumpulan anak-anak muda (terutama perempuan) , ada suatu keadaan yang menurut saya perlu untuk saya ungkapkan di sini. Keadaan yang saya nilai mulai sering saya lihat adalah memanfaatkan layar ponsel sebagai cermin. Terkadang lucu, namun juga keadaan inilah yang mungkin seharusnya terjadi :D. Layar ponsel pintar, tablet, atau fonblet yang sudah menggunakan layar jenis Gorilla Glass (dari Corning Inc.) atau Dragontrail (dari Asahi Glass Co.) memang bak seperti sebuah cermin ketika layar dalam keadaan off. Jika kurang jelas, front camera pada perangkat-perangkat tersebut dapat difungsikan juga sebagai cermin.

Bagi pemakai Android, mungkin dapat mencoba mengetikkan kata mirror pada aplikasi Google Play. Di sana sudah terdapat setidaknya 20-an atua lebih aplikasi yang memberikan fungsi cermin pada perangkat Android. Belum lagi jika pengguna iOS mencari di iTunes App Store. Bagi saya ini menarik. 😀

Menurut saya menarik fenomena ini. Bagi saya kondisi ini memberi arti bahwa peran dari perangkat-perangkat tersebut seperti sudah lebih menyatu dengan kegiatan keseharian seseorang. Kembali pada artikel yang pernah saya tulis, pemanfaatan sebuah teknologi sangatlah bergantung pada sikap penggunanya. Terhadap judul yang saya tulis, asal jangan dijadikan alasan untuk membeli sebuah perangkat berspesifikasi tinggi hanya untuk dapat bercermin di mana saja dan kapanpun.

Cheers…

Mengenal Microdata


Microdata merupakah sebuah mekanisme anotasi berupa pasangan variabel dan nilai yang diberikan pada sebuah dokumen HTML. Anotasi yang diberikan dapat menambahkan arti dari data yang tertuang dalam sebuah dokumen HTML. Microdata sendiri sebenarnya dikembangkan oleh komunitas WHATWG (Web Hypertext Application Technology Working Group), selain telah mengusulkan format HTML5. Dalam perkembangannya, format HTML5 kemudian diadopsi oleh W3C (World Wide Web Consortium) untuk dikembangkan sebagai sebuah standar format HTML yang baru. Di dalam format HTML5 tersebut, WHATWG mengusung Microdata yang kemudian juga masuk dalam working group W3C untuk distandarisasikan.

Dengan adanya Microdata yang ditambahkan dalam dokumen HTML5 atau XHTML5 tentunya akan lebih memungkinkan bagi aplikasi untuk memahami data apa yang terkandung dalam sebuah dokumen HTML5. Keuntungan ini dimanfaatkan oleh mesin pencari, web crawler, atau bahkan web browser untuk dapat memperkaya informasi dan user experience yang ditampilkan bagi pemakai. Google telah memanfaatkan Microdata dalam sistem pencariannya. Untuk browser, sampai saat ini masih Opera dan Firefox yang mendukung Microdata parser, sedangkan untuk Google Chrome masih belum mendukung (setidaknya sampai versi yang saya gunakan, yaitu 27.0.1453 Nightly for Mac OS X). Jika ingin cek kemampuan dukungan terhadap HTML5 dari sebuah web browser, kita dapat mengunjungi situs html5test.com dari browser yang ingin kita uji.

html5test

Baca lebih lanjut

Menambang Data Web


Seperti yang sudah pernah saya ungkapkan dalam artikel-artikel sebelumnya, web dapat dianggap sebagai database tidak terstruktur yang sangat besar ukuran dan jumlahnya. Terhadap sumber data yang tersedia dan dapat diakses secara bebas di Internet tersebut, sudah seharusnya dipikirkan dan direncanakan untuk menganalisis data-data web untuk membantu memenuhi kebutuhan terkait dengan isi, struktur, dan juga pola aksesnya.
Untuk itulah dalam ranah analisis data web, pada umumnya akan menggunakan tiga macam sumber data. Sumber data tersebut, antara lain: content dari halaman web, struktur jejaring antar laman web yang terbentuk melalui tautan, serta sumber data log yang dihasilkan oleh server ataupun client (cookie misalnya). Terhadap masing-masing sumber data tersebut diperlukan adanya suatu tahapan pre processing yang akan berfungsi seperti halnya ETL (Extract, Transform, Load) dalam ranah pemrosesan dalam pembentukan data warehouse.

Baca lebih lanjut

LOV dengan Oracle APEX


Dalam sebuah form, kadangkala kita membutuhkan sebuah komponen dropdown list yang isi item pilihannya diambil dari satu atau lebih tabel dalam database. Pada Oracle APEX, untuk jenis dropdown list ini disebut sebagai LOV (List of Value). LOV merupakan sebuah objek tersendiri dalam APEX, sehingga sebuah LOV dapat digunakan di banyak komponen form dropdown list. Model LOV ini sebetulnya sudah ada sejak Oracle Form.

Untuk pembuatan sebuah LOV, kita dapat melakukannya dari bagian Shared Components pada halaman administrasi Application. Berikut adalah langkah-langkah pembuatannya:

  1. masuklah ke Application Builder, lalu klik item aplikasi yang sudah dibuat. Dalam hal ini saya telah membuat sebuah aplikasi bernama “Keuangan Sederhana” yang sudah saya jelaskan minggu sebelumnya.
  2. pada halaman Application Builder untuk aplikasi kita, klik icon [Shared Components].Screenshot_5_6_13_9_02_AM
  3. Pada bagian User Interface, klik tautan [Lists of Values]. Kemudian klik tombol [Create >] pada halaman administrasi LOV. Terdapat beberapa tahapan untuk pembuatan LOV: Baca lebih lanjut

Berapa lama umur smartphone kita?


Jujur saja pertanyaan di atas saya ungkapkan, setidaknya kepada diri saya sendiri. Boleh dikata saya ingin selalu mengejar teknologi smartphone terbaru. Namun karena dana selalu pas-pasan, maka yang jadi pada saya adalah memaksa untuk membeli perangkat smartphone dengan spesifikasi sesuai dengan harganya. Misalnya saja karena keinginan yang luar biasa dengan Android, saya memaksakan diri untuk membeli sebuah perangkat Android HTC Wildfire dengan harga yang cukup mahal, sekitar 3.4 juta rupiah pada akhir tahun 2010. Ternyata setelah jalan 1 tahun, kondisi perkembangan Android begitu sangat baiknya, sehingga setelah 2 tahun saya merasa perangkat tersebut sudah tidak dapat mengejar perkembangan Android terbaru. Namun kemudian saya paksakan untuk tetap bertahan menggunakannya. Sampai pada akhirnya, Februari 2013 lalu saya menukar dengan Nexus 4. Bukannya apa-apa karena saya merasa bahwa spesifikasi perangkat Nexus 4 dapat memberi jaminan kepada saya untuk dapat mengikuti perkembangan setidaknya sampai 5 tahun mendatang (semoga…)
Apa yang saya alami sebenarnya juga telah terjadi beberapa kali sebelumnya. Hanya satu perangkat yang dapat bertahan sampai 5 tahun, yaitu Nokia N78.
Ada juga pengalaman memiliki sebuah telepon seluler yang berumur hanya 1 tahun, karena sudah bosan.
Dari apa yang saya alami tersebut, apakah dapat saya utarakan bahwa umur kepemilikan sebuah smartphone akan bertahan antara 3-5 tahun? Salah satu faktor yang mungkin banyak mempengaruhi kondisi panjang umur kepemilikan tersebut adalah adanya siklus perkembangan teknologi smartphone yang dapat dikatakan sangat cepat. Hampir tiap tahun, muncul perangkat yang memiliki spesifikasi semakin diperbaiki. Bagaimana dengan Anda.