Terima kasih kepada #Pocket dan #Readability


Menjelajah berbagai situs web di Internet menggunakan web browser, baik di piranti smartphone, phablet, tablet, notebook, desktop, menjadi sebuah kegiatan yang dapat dipastikan akan dilakukan semua pengguna Internet. Salah satu kebutuhan yang muncul dari kegiatan tersebut adalah bagaimana agar semua tautan yang menarik untuk kita kunjungi kembali di lain waktu dapat tersinkronisasi dengan mudah. Tujuan dengan sinkronisasi ini tentunya agar dapat kita akses kembali menggunakan piranti-piranti yang kita miliki, kapanpun dan di manapun. Ini telah menjadi kebutuhan dasar, setidaknya bagi diri saya sendiri. Dengan fasilitas layanan penyimpanan di cloud yang disediakan oleh masing-masing web browser (apapun itu, baik Chrome, Firefox, Edge, Opera, Safari), sebetulnya telah menjawab kebutuhan tersebut. Namun, setidaknya bagi saya yang suka gonta-ganti web browser, masih diperlukan layanan sinkronisasi satu atap untuk semua browser tersebut.

Dari berbagai pilihan yang ada, misalnya Evernote, Pocket,  digg, dan fasilitas bookmarking lainnya, saya akhirnya jatuh hati pada Pocket. Seluruh web browser yang saya gunakan sudah pasti terpasang Pocket, apalagi Firefox sudah menjadikan Pocket sebagai salah satu layanan default untuk bookmarking.

Kebutuhan lain adalah ekstraksi bagian isi dari suatu halaman web, khususnya blog dan artikel. Seringkali ketika mengunjungi suatu laman yang berisi artikel, dan itu menarik untuk saya baca lagi di waktu lain, maka muncul kebutuhan agar yang saya simpan dan akan terbaca lagi di kemudian waktu, hanyalah cukup isinya, tidak perlu seluruh laman dengan berbagai layout, gambar, style. Sekali lagi Evernote telah menyediakan layanan tersebut, namun terasa dengan keterbatasan penyimpanan dan kompleksitas layanan, membuat saya beralih ke Readability. Readability juga telah terpasang sebagai add-on atau extention di web browser yang saya gunakan. Layanan ini sangat membantu saya untuk dapat terus melakukan aktifitas membaca dari berbagai artikel yang saya temukan, tanpa harus mengunjungi laman web sumbernya.

Thanks to #Pocket and #Readability.

Equation Editor


Salah satu alat bantu yang diperlukan dalam penulisan dokumen atau karya tulis ilmiah adalah penulisan notasi matematika, yang tentu saja membentuk suatu rumus. Alat bantu ini dapat ditemui dengan mudah jika kita menggunakan aplikasi perkantoran, baik Microsoft Office, LibreOffice, atau sejenisnya. Namun ada kalanya kita membutuhkan aplikasi yang ringan dan dedicated untuk menyediakan fungsi pembuatan notasi rumus saja. Salah satu aplikasi yang menyediakan fasilitas ini adalah Daum Equation Editor. Daum Equation Editor dikembangkan oleh Daum Communication, salah satu web portal terkemuka di Korea Selatan. Selain notasi editor yang lengkap dan Gratis untuk digunakan, kita juga dapat menyimpan setiap rumus yang kita buat sebagai file text (dalam bentuk format LaTEX) dan atau berupa gambar. Menarik bukan?

Untuk menggunakan aplikasi ini, kita dapat cukup menggunakan Baca lebih lanjut

Mari Membuat Draft


Selain Google Drive ataupun Office 365 Online, ada satu lagi yang mulai saya suka, yaitu Draftin. Walaupun relatif masih sangat baru, Draftin menawarkan konsep document version control management yang tidak kalah menariknya. Berbeda dengan dua raksasa sebelumnya, Draftin lebih sederhana, teruttama dalam hal penanganan terhadap format dokumen. Dapat dikata dalam Draftin tidak ada format yang mencolok, karena memang fungsi dari layanan Draftin adalah untuk membuat sebuah draft dokumen, baik perorangan maupun bersama-sama.

DraftIn

DraftIn

Karena sangat minimalisnya, saya langsung menyukai Draftin. Tidak ada suatu boundary visual yang ditampilkan terkait dengan area editing dokumen. Pemformatan draft juga sangat minimalis, yaitu dengan menggunakan simbol-simbol sederhana, seperti # untuk H1, ## untuk H2, ** untuk Bold, * untuk Italic, > untuk Quote, dan sebagainya. Kesederhanaan inilah yang juga saya sukai.

Jika ingin mengajak teman atau orang lain untuk membantu dalam pembuatan draft, yang perlu dilakukan hanya mengirimkan alamat yang sudah tersedia pada menu Home > Share. Dari setiap perubahan yang terjadi akan selalu dicatat, dan dapat kita ketahui. Enaknya lagi, kita dapat memilih untuk setuju atau tidak terhadap perubahan yang dilakukan oleh teman kita.

Intinya, jika saya membutuhkan untuk pembuatan sebuah draft, Draftin sudah sangat mencukupi.

OJS untuk jurnal Informatika TI UKDW


Hari Senin (14 Februari 2011) yang lalu, saya mencoba untuk memasang Open Journal System dalam rangka publikasi artikel dalam Jurnal Informatika UKDW ke publik (silahkan berkunjung ke http://ti.ukdw.ac.id/ojs). Sistem OJS ini menurut saya luar biasa, karena profile pemakai yang disediakan sangat lengkap, mulai dari author, reviewer, editor, subscribe manager, journal manager dan juga site administrator. Terhadap setiap profile tersebut, kita dapat memberikan kepada orang yang berbeda sesuai dengan perannya. Proses upload dokumen oleh author, dapat langsung diterima oleh reviewer melalui notifikasi yang sangat membantu. Jika reviewer menyatakan menerima dan menilai layak, maka artikel akan diterima oleh Editor yang selanjutnya oleh Editor akan diperbaiki dan dilayout (termasuk profread). Jika telah siap semua, maka selanjutnya akan diterbitkan pada suatu volume dan nomor jurnal tertentu. Semua pekerjaan dan aliran bisnis ini sangat sempurna dengan sistem OJS. Oleh karena itu, jurnal Informatika UKDW mencoba untuk menerapkan sistem ini mulai edisi 2011. Edisi-edisi sebelumnya, dengan terpaksa dipublikasikan dalam bentuk scan image dari jurnal tercetak, karena manajemen dokumen elektronik yang kurang baik pula sebelumnya. Semoga penerapan sistem OJS ini dapat sesuai dengan harapan dan rencana.

Pemakaian Joomla


Saya akhirnya dapat menggunakan Joomla untuk pembangunan web site lpps. Ada beberapa extension yang saya masukkan ke dalam web site ini, terutama untuk dapat menampilkan daftar buku, dokumen manajemen, pemesanan fasilitas, dan keikutsertaan dalam program kegiatan. Untuk memenuhi itu semua, saya menggunakan extension berikut :

  • IPrice Calculator untuk menampilkan daftar buku dan sekaligus menyediakan mekanisme pemesanan melalui form yang tersedia dan akan dikirim melalui email ke bagian penanganan order LPPS. Terhadap modul ini saya tidak melakukan perubahan banyak, kecuali untuk penterjemahan ke bahasa Indonesia di beberapa bagian.
  • DocMan untuk menyediakan daftar dokumen elektronik yang dapat diunduh oleh pemakai (dalam hal ini anggota yang terdaftar)
  • Preventive & Reservation untuk menyediakan mekanisme pra-pemesanan fasilitas lpps lewat email. Terhadap modul ini saya mengubah cukup banyak, karena harus menyesuaikan dengan kebutuhan lpps, terutama untuk menyediakan masukan jam dan captcha.
  • Seminar untuk menyediakan layanan penyebaran informasi kegiatan dan pendaftaran peserta secara online.

Pengalaman pertama dengan Joomla untuk web site telah memberikan banyak pengetahuan baru, yang sebelumnya saya juga telah menggunakan Drupal. Namun sepertinya saya akan migrasi ke Joomla karena terasa lebih mudah. 😀 Namun Drupal juga merupakan CMS yang bagus sekali.

piwik


Jika web site Anda ingin dianalisis oleh sebuah “robot” seperti produk Google Analytics, piwik adalah aplikasi yang serupa. Bedanya dengan Google Analytics, piwik dapat dijalankan pada mesin server yang sama dengan web site milik kita yang akan kita analisis, setidaknya aksesnya pada domain atau bahkan server yang sama, dan seharusnya bagi pemakai akan tidak merasa bedanya dengan atau tanpa piwik. Saya sering mengeluh ketika menggunakan Google Analytics karena koneksi saya dilemparkan ke Google juga untuk ditangkap oleh Google. Selain itu dengan piwik, kita dapat melakukan administrasi sesuai dengan keinginan kita.

Setelah kita memasang piwik, ada potongan javascript yang perlu kita “tempelkan” di halaman-halaman web yang akan kita analisis, mirip dengan pemakaian Google Analytics. Tampilan yang diberikan oleh piwik juga lebih “manusiawi” karena menggunakan flash untuk penampilan grafiknya. Terasa lebih menarik menggunakan piwik. Saat ini kami menggunakan piwik untuk menganalisis sinta.ukdw.ac.id, karena baru hari ini saya sempat untuk instalasi. Benar-benar terlupakan faktor analisis pengunjung sinta, padahal data ini sangat diperlukan untuk pengembangan sinta dikemudian hari. Walau terlambat, lebih baik ada. Thanks piwik.

Mengingat kembali MySQL Merge Engine


Jika ada suatu kebutuhan penyimpanan suatu himpunan entitas data ke database MySQL dalam “partisi” tabel yang berbeda, dapat kita coba menggunakan MyISAM Merge. Dengan engine ini kita dapat menyimpan data yang strukturnya sama, ke dalam beberapa tabel yang kita “partisi” berdasar suatu rentang nilai tertentu. Sebagai contoh kita ingin menyimpan data transaksi yang terbagi dalam beberapa periode, misal transaksi Januari sampai Juni dan transaksi Juli sampai Desember. Dari partisi data tersebut, kita ingin dapat diwakili oleh sebuah tabel yang menggabungkan kedua partisi. Kondisi seperti inilah kita dapat menggunakan engine Merge. Berikut contohnya:

create database testmerge;
use testmerge;
create table trans_janjun( no char(6) primary key,   tanggal date default '0000-00-00');
create table trans_juldes( no char(6) primary key,   tanggal date default '0000-00-00');
create table trans(   no char(6) primary key,   tanggal date default '0000-00-00') engine=MERGE UNION=(trans_janjun, trans_juldes) INSERT_METHOD=LAST;
insert into trans_janjun values ('01', '2010-01-20');
insert into trans_janjun values ('02', '2010-05-01');
insert into trans_juldes values ('20', '2010-08-11');
insert into trans_juldes values ('26', '2010-12-24');
select * from trans;

Namun harap diingat bahwa engine MERGE ini hanya menggabungkan record dari satu atau lebih tabel yang sudah didefinisikan sebelumnya. Jika betul-betul ingin menerapkan partisi tabel di MySQL, silahkan menggunakan MySQL PARTITION.