Berapa lama umur smartphone kita?


Jujur saja pertanyaan di atas saya ungkapkan, setidaknya kepada diri saya sendiri. Boleh dikata saya ingin selalu mengejar teknologi smartphone terbaru. Namun karena dana selalu pas-pasan, maka yang jadi pada saya adalah memaksa untuk membeli perangkat smartphone dengan spesifikasi sesuai dengan harganya. Misalnya saja karena keinginan yang luar biasa dengan Android, saya memaksakan diri untuk membeli sebuah perangkat Android HTC Wildfire dengan harga yang cukup mahal, sekitar 3.4 juta rupiah pada akhir tahun 2010. Ternyata setelah jalan 1 tahun, kondisi perkembangan Android begitu sangat baiknya, sehingga setelah 2 tahun saya merasa perangkat tersebut sudah tidak dapat mengejar perkembangan Android terbaru. Namun kemudian saya paksakan untuk tetap bertahan menggunakannya. Sampai pada akhirnya, Februari 2013 lalu saya menukar dengan Nexus 4. Bukannya apa-apa karena saya merasa bahwa spesifikasi perangkat Nexus 4 dapat memberi jaminan kepada saya untuk dapat mengikuti perkembangan setidaknya sampai 5 tahun mendatang (semoga…)
Apa yang saya alami sebenarnya juga telah terjadi beberapa kali sebelumnya. Hanya satu perangkat yang dapat bertahan sampai 5 tahun, yaitu Nokia N78.
Ada juga pengalaman memiliki sebuah telepon seluler yang berumur hanya 1 tahun, karena sudah bosan.
Dari apa yang saya alami tersebut, apakah dapat saya utarakan bahwa umur kepemilikan sebuah smartphone akan bertahan antara 3-5 tahun? Salah satu faktor yang mungkin banyak mempengaruhi kondisi panjang umur kepemilikan tersebut adalah adanya siklus perkembangan teknologi smartphone yang dapat dikatakan sangat cepat. Hampir tiap tahun, muncul perangkat yang memiliki spesifikasi semakin diperbaiki. Bagaimana dengan Anda.