Bersama kita bisa, namun susah untuk bersama


Ketika sebuah organisasi tidak memiliki sosok pemimpin yang dapat menyatukan semua anggotanya, saya percaya tidak akan pernah bisa untuk menyelesaikan masalah organisasi itu sendiri. Padahal harusnya yang dapat mempersatukan anggotanya (yang tentu saja memiliki karakter yang berbeda) adalah visi dan misi organisasi itu.
Ketika ada anggota yang memiliki visi dan misi yang tidak sesuai dengan visi misi bersama dari organisasi, bisa jadi hal tersebut akan memunculkan masalah, salah satunya perpecahan. Untuk itu mestinya pembaruan visi dan misi seluruh anggota dalam suatu organisasi harus senantiasa dilakukan. Jika ternyata ada seorang anggota yang memiliki visi misi yang sudah tidak sama dengan organisasi, sebaiknya anggota tersebut dapat memikirkan alternatif untuk keluar dari organisasi tersebut.
Ada masalah lain yang bisa saja membuat anggota organisasi tidak dapat bersatu (aka bersama). Salah satu penyebab paling dominan untuk kondisi terakhir ini adalah penyalahgunaan wewenang atau sikap manipulatif dari para anggota yang memangku peran sebagai pejabat dalam organisasi tersebut. Kondisi ini paling serius untuk segera diatasi. Jika dibiarkan, maka yang dapat terjadi adalah hilangnya rasa percaya anggota lain terhadap pejabat dan juga organisasi, memunculkan sikap oposisi dari kalangan anggota lain, selanjutnya akan meningkatkan sikap cuek terhadap organisasi.
Melihat masalah tersebut, maka saya berprinsip bahwa jika organisasi ingin dapat maju dan berkembang secara berkelanjutan, maka sikap para pemimpinnya haruslah dapat mempersatukan semua elemen anggota organisasi, selain juga tentunya memiliki sikap dan karakter untuk terus saling menghargai diantara semua anggotanya. Sikap ini harus terus dibina dan dipelihara. Saya percaya jika kondisi itu terjaga, organisasi itu akan dapat terus berkembang dan bertahan di tengah masyarakat.