Smartphone dan Penggunaannya


Satu hal yang menggelitik saya terkait dengan perangkat telepon seluler adalah korelasi antara perangkat tersebut dengan penggunaannya, terutama dilihat dari sisi manfaat. Keingintahuan terhadap korelasi manfaat tersebut muncul akibat dari semakin banyaknya pemakai telepon seluler yang mulai berpindah ke smartphone. Secara sederhana terbatas, jika mengacu pada definisi smartphone yang dituliskan di Wikipedia, maka kita dapat mengkategorikan smartphone sebagai sebuah perangkat telepon seluler yang memiliki konfigurasi perangkat lebih lebih baik untuk dapat menyediakan fungsi dasar telepon seluler, personal digital assistant (PDA), multimedia player, kamera, beberapa sensor, dan menyediakan berbagai macam alternatif koneksi data (Internet). Secara sederhananya, sebuah smartphone menggunakan sebuah sistem operasi mobile yang memungkinkan pemakainya memasang berbagai macam aplikasi yang tersedia.

Walaupun tidak ada kesepakatan secara resmi tentang perbendaan antara smartphone dan bukan, namun sepertinya apa yang tersebutkan di atas dapat kita terima dalam konteks saat ini. Sekarang masalahnya adalah seberapa optimal kita, khususnya para pemilik smartphone, menggunakan semua kapasitias yang disediakan. Saya memiliki kenyakinan bahwa generasi Y, Net, dan sebagian X, pasti sudah terbiasa dengan penggunaan kamera, Internet untuk chatting, memasang aplikasi, mengakses media sosial, dan juga untuk bermain. Bagi kalangan remaja atau yang lebih dewasa, pemakaian smartphone sebagian besar bahkan seluruhnya adalah untuk dapat tetap eksis di media sosial. Fungsi chatting juga menempati posisi kedua (lihat saja bagaimana BlackBerry masih memiliki pemakai yang besar di Indonesia). Sedangkan bagi anak-anak, fungsi smartphone dan perangkat sejenisnya hampir seluruhnya adalah sebagai alat untuk bermain, seperti seolah-olah sudah menggeser posisi perangkat game console, seperti PSP, GameBoy, dan sejenisnya.

Lalu mengapa saya selalu ingin mengetahui korelasi antara smartphone dan penggunaannya? Sebenarnya saya ingin mengetahui seberapa jauh perangkat smartphone tersebut membantu produktifitas kita sebagai manusia yang harus aktif bekerja dan belajar untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas hidup kita masing-masing. Pemakaian fasilitas seperti Calendar/Reminder, Note, Email, manajemen dokumen melalui penyimpan di awan, dan sejenisnya diyakini dapat menunjang produktifitas. Berarti sekarang yang perlu terus ditumbuhkan adalah kebiasaan untuk memanfaat fasilitas di smartphone tersebut. Kebiasaan tentunya memerlukan niat dan kedisiplinan.
Namun apa yang saya tuliskan saat ini semuanya kembali kepada para pemilik smartphone. Tidak menutup kemungkinan bagi saya bahwa pemakaian perangkat yang bukan smartphone tentunya tetap dapat menjawab kebutuhan penunjang produktifitas. Dan untuk poin terakhir ini saya salut, dan sayapun semestinya demikian, tidak melulu dikejar oleh bayang-bayang kemampuan smartphone yang semakin hari semakin mendekati kapasitas sebuah komputer pribadi.

3 thoughts on “Smartphone dan Penggunaannya

  1. iya pak, setuju. Tapi, apakah masih ada yang bisa diteliti lebih lanjut di bidang IT nya pak?

    Tentu akan menjadi hal yang sangat menarik apabila ada tugas akhir mahasiswa IT yang melakukan penelitian terhadap hal tersebut di atas.

    Mungkin saja akan menimbulkan kesimpulan yang tidak terduga sebelumnya dan dapat meningkatkan efektifitas penggunaan smartphone itu sendiri.

    terimakasih pak🙂

Komentar ditutup.