Teknologi dan pemakainya


Kita tahu bersama bahwa di dunia teknologi informasi berbasis pada layanan, tidak akan lepas dari infrastruktur Internet. Sebut saja semua layanan jejaring sosial, layanan komunikasi, dan layanan penyimpan awan. Sampai saat ini, siapapun dapat dengan mudah mendapatkan layanan-layanan tersebut: kapanpun, dimanapun, dan dengan menggunakan berbagai macam piranti. Kondisi ini tentu membawa pengaruh positif, namun juga tidak sedikit negatifnya. Seperti ada pepatah bahwa teknologi seperti pedang bermata dua, tergantung pada niat dan tujuan si pemakainya.
Karena begitu mudah dan semakin murahnya koneksi Internet ke layanan-layanan tersebut, menyebabkan kontrol pemakaian layanan yang sesuai dengan batas usia (dan kedewasaan) pemakai seperti tidak dapat dikendalikan. Titik kendali sebenarnya sudah diterapkan oleh penyedia layanan, misalnya berdasar umur. Walaupun sudah ada rambu-rambu peringatan dan aturan, namun tetap saja dilanggar atau mungkin dikelabui oleh para calon pemakai yang boleh kita katakan belum waktunya. Sehingga dalam hal ini, diperlukan  pemahaman dan pendidikan bersama tentang etika pemakaian layanan-layanan yang tersedia bebas dan luas tersebut.
Artinya, jangan salahkan penyedia layanan-layanan tersebut, karena bagaimanapun juga teknologi tersebut muncul untuk menjawab suatu permasalahan tertentu. Hal itu berarti juga bahwa pengembang layanan-layanan tersebut tentunya punya niat yang baik untuk membantu siapa saja. Jika seandainya disalah gunakan, maka tanggung jawab terletak pada pemakainya, atau mungkin para pembuat kebijakan. Teknologi bukan untuk dibenci atau dihindari, namun justru dimanfaatkan semaksimal mungkin jika ternyata teknologi tersebut membantu.