Membuat Aplikasi Mobile Web dengan Bahasa Mobl


Semenjak kehadiran HTML5, CSS3, dan JavaScript di dunia pengembangan web saat ini dapat dikatakan sebagai sebuah pemicu munculnya berbagai aplikasi yang lebih dinamis dan kaya isi. Dengan HTML5 ini sangat memungkinkan untuk pengembangan aplikasi untuk platform mobile yang lebih baik dan yang penting mendukung berbagai platform mobile yang ada saat ini. Platform-platform mobile seperti iOS, Android, Blackberry, Symbian, WindowsPhone, dan platform keturunan Linux lainnya, semuanya telah mendukung HTML5, CSS3 dan JavaScript. Ketiga spesifikasi dan teknologi ini telah mengubah atau bahkan menggeser arah pengembangan aplikasi mobile. Untuk itu tidak ada salahnya jika pembelajaran tentang ketiga spesifikasi teknologi tersebut juga perlu ditekankan.

Banyak sekali proyek-proyek yang mencoba untuk lebih mematangkan, mempermudah, dan bahkan mencoba menjadikan HTML5, CSS3, dan JavaScript menjadi sebuah aplikasi native. Proyek seperti PhoneGap, jQuery Mobile, atau Sencha jqTouch, adalah proyek-proyek yang menyediakan sebuah framework pengembangan aplikasi mobile berbasis ketiga spesifikasi teknologi tersebut. Hampir semuanya menggunakan JavaScript untuk membangun logika yang dijalankan di piranti ponsel. Apakah harus mampu JavaScript untuk pengembangan aplikasi mobile berbasis HTML5 ini? Secara defacto dapat dikatakan wajib untuk menguasai JavaScript. Namun sekarang tidak perlu mengkuatirkan tentang hal tersebut. Saat ini terdapat sebuah proyek bernama MOBL yang menyediakan sebuah bahasa pemrograman yang lebih mudah digunakan untuk pembuatan aplikasi mobile web.

Baca lebih lanjut

Iklan

X11 di Mountain Lion


Paket lain yang terimbas oleh Max OS X 10.8 adalah tidak disertakannya X11 Server ataupun Client library. Kenyataan ini baru saya ketahui setelah gagal menjalankan Inkscape di Mac OS X 10.8. Dari sinilah kemudian saya googling, dan mendapati dari situs Apple support tentang tidak disertakannya secara default paket X11 pada 10.8. Dari halaman tersebut disebutkan bahwa untuk paket X11, dan jika tetap membutuhkan disarankan untuk memasang paket XQuartz. Akhirnya saya mengunduh paket XQuartz versi 2.7.4 (versi final terakhir saat saya unduh) yang berukuran 66.89 MB.

Setelah terunduh, langsung saja saya pasang dengan cara klik dua kali file XQuartz-2.7.4.dmg dan klik dua kali lagi pada file XQuartz.pkg. Dengan mengikuti langkah-langkah pemasangan, akhirnya XQuartz terpasang dengan konsekuensi akan memakan ruang penyimpanan harddisk kita sebesar 196.5 MByte.

XQuartz

Saya lanjutkan dengan mencoba kembali menjalankan Inkscape, dan munculah sebuah dialog yang meminta saya untuk memilih X11 mana yang akan digunakan. Dari daftar aplikasi yang diberikan, tidak ada item XQuartz. Sehingga saya klik tombol [Browse] dan saya pilih XQuartz. Saya menunggu untuk beberapa saat untuk kemudian Inkscape saya dapat berjalan.

Mengenal Database Raksasa: Semantic Web


Aplikasi Web

Pada saat protokol HTTP dan HTML mulai dilempar ke dunia industri tahun 1991, mulailah suatu era penyebaran informasi yang sangat cepat dan tersebar seperti saat ini. Penyebaran ini tentu saja sangat didukung pula oleh infrastruktur jaringan Internet dan juga protokol jaringan TCP/IP yang sangat terbuka untuk diterapkan oleh semua pihak. Dengan karakteristiknya sebagai pembangun tautan antara satu sumber informasi dengan sumber informasi yang lain, maka terbentuklah suatu jejaring informasi yang sangat besar dan komplek. Jika mungkin divisualisasikan dari 631,521,198 laman (site) (sumber dari Netcraft.com, Maret 2013) yang aktif saat ini, mungkin kita akan melihat sebuah jejaring “laba-laba” yang luar biasa semrawutnya. Protokol HTTP sendiri, sebagai protokol utama pembangun jejaring informasi, sebenarnya sebuah protokol pendukung aplikasi. Dengan kekuatan protokol HTTP inilah, segala isi (content) yang dibawa olehnya dapat dengan mudah dipertukarkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Ada baiknya jika pembaca juga menelaah artikel dari W3C tentang arsitektur WWW (http://www.w3.org/TR/webarch/). Arsitektur web ini semakin kompleks dengan berkembangnya teknologi komponen web yang diterapkan di dalamnya untuk menjawab kebutuhan pemakai.

Dengan model client/server minimal 3 lapis, menjadikan aplikasi berbasis web sangat efektif diterapkan untuk pembangunan aplikasi-aplikasi yang menitik beratkan pada banyak pemakai dan berbagi informasi. Gambar 1.a. memberikan gambaran sederhana tentang sebuah blok diagram aplikasi web yang menitik beratkan pada distribusi masukan dan keluaran tampilan informasi dari dan ke pemakai.

Gambar 1a. Blok Dasar Aplikasi Web

Baca lebih lanjut

Menyiasati Rakusnya CalendarAgent di Mountain Lion


Baru satu hari saya mengupgrade Lion saya menjadi Mountain Lion. Dalam satu hari tersebut, saya merasakan satu hal yang sangat mengganggu adalah kipas di MBP mid 2010 saya sering bekerja keras. Jika kipas bekerja keras, berarti CPU saya sekiranya juga sedang bekerja sangat keras. Lalu saya jalankan Activity Monitor. Dan benar saja, terdapat satu service yang memakan utilitas CPU saya sampai 90%. Nama service tersebut adalah CalendarAgent.

Lalu saya mencoba mencari di Forum Apple. Saya baru mendapati bahwa ternyata kejadian ini dialami oleh pemakai Mountain Lain lainnya. Kondisi rakusnya CalendarAgent disebabkan salah satunya adalah karena saya menambahkan akun iCal dari Google Calendar. Dari beberapa post diskusi yang ada, ada satu teknik yang disarankan oleh user bernama Ola_M yang mengutip dari situs blog milik Robert. Kemudian saya coba, dan sepertinya teknik ini berhasil. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan, jika Anda juga mengalami masalah ini:

  1. Jalankan System Preferences > Mail, Contacts & Calendars
  2. pada item iCloud dan GMail (atau yang lain), hilangkan tanda cek pada item Calendars & Reminders
  3. selanjutkan jalankan Terminal
  4. ketikkah pada prompt shell yang ada di Terminal: cd ~/Library
  5. kemudian hapus folder Calendars dengan cara: rm -rf Calendars
  6. selanjutnya hapus file plist untuk iCal dengan cara: rm Preferences/com.apple.iCal.plist
  7. setelah itu, kembali ke System Preferences > Mail, Contacts & Calendars, lalu cek kembali item Calendars & Reminders untuk masing-masing akun secara bergantian. Setiap kali Anda klik kembali item tersebut, Mac OS X akan melakukan sinkronisasi ke server calendar.

Demikian share dari saya.

File RapidMiner .app untuk Mac


Jika Anda pengguna RapidMiner di lingkungan MacOSX, seperti saya, tentunya untuk menjalankan paket aplikasi tersebut adalah membuka Finder, lalu membuka folder RAPIDMINER_HOME/scripts, dan menjalankan sebuah file script bernama RapidMinerGUI. Untuk mempermudah eksekusi aplikasi RapidMiner di MacOS, mestinya akan lebih mudah jika tersedia sebuah file .app yang dapat digunakan sebagai shortcut untuk RapidMiner. Terkait dengan itu, saya mencoba membuat sebuah file RapidMiner.app sederhana. Setelah terunduh, silahkan ikuti langkah sederhana berikut:

  1. Uraikan file zip yang ada, dan letakkan file RapidMiner.app di dalam folder RAPIDMINER_HOME, yaitu folder di mana semua paket aplikasi RapidMiner tersimpan.
  2. Selanjutnya, klik kanan file RapidMiner.app, dan pilih Show Package Contents.
  3. Lalu bukalah folder Contents > MacOS, dan dengan menggunakan aplikasi teks editor, silahkan dibuka file RapidMiner.
  4. ubahlah string path yang disimpan pada variabel RAPIDMINER_HOME menjadi path folder di mana RapidMiner kamu tempatkan.
  5. Silahkan disimpan kembali file RapidMiner, dan sekarang kamu tinggal klik dua kali pada file RapidMiner.app untuk menjalankannya.

Dengan file .app ini, Anda dapat meletakkannya di Dock, sehingga dengan satu klik akan dieksekusi. Semoga bermanfaat, jika ada yang bersedia memperbaiki, silahkan beri komen. Thanks.