Calo Skripsi Makin Merajalela


Membaca ulasan koran Radar Jogja hari ini (13 Feb 2010) bertajuk “Calo Skripsi Makin Marak  Tarif Antara 2,5 Juta-6,5 Juta” betul-betul membuat hati miris. Apa karena mahasiswa sekarang ini susah menemukan topik skripsi atau karena malas untuk mengerjakannya atau bahkan kedua-duanya, tapi yang jelas mahasiswa sendirilah yang membuka peluang pekerjaan yang cukup tinggi permintaannya ini, yaitu calo pembuatan Skripsi.

Jasa pembuatan ini juga tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa S1, tapi juga mahasiswa S2, bahkan S3. Seorang calo skripsi yang dihubungi lewat telepon, HW, mengaku bisa menjamin kerahasiaan dan keaslian thesis yang dibuatnya.

Saya juga sempat menulis tulisan yang menyinggung percaloan ini juga di jurnal saya ini, dan beberapa tanggapanpun saya terima. Teman saya berujar, “Kalau memang niatnya dari awal ingin cepat lulus sekolah di atas SMA dan cepet dapat kerja, ambil saja D3”. Saya setuju juga dengan pendapat ini.

Saya berfikir, praktek seperti ini tidak bisa dibiarkan terus. Saya sendiri mengusulkan :

  • seandainya skripsi ditiadakan, maka tetap perlu ada kegiatan ilmiah tingkat akhir yang perlu dilakukan ditempat dengan jadwal yang ditentukan dan pekerjaan diberikan saat itu seperti halnya jika seseorang bekerja di sebuah organisasi.
  • jika seandainya skripsi tetap ada, mungkin dapat dilakukan demikian: jika pada saat ujian skripsi terbukti bahwa mahasiswa tidak mengerjakan sendiri, maka judul hangus dan dinyatakan tidak lulus, dan mahasiswa yang bersangkutan harus ganti judul. (jadi kalau dia menggunakan jasa calo akan berulang-ulang). Jika sebanyak 2 kali ganti judul tidak lulus juga, maka dinyatakan Drop Out. (kejem!!)

Tidak perlu menunggu peraturan pemerintah segala macamnya untuk menangani hal ini. Dari Perguruan Tinggi masing-masing yang harus aktif. Saya dukung untuk memberantas percaloan ini.😀

6 thoughts on “Calo Skripsi Makin Merajalela

  1. Setuju pak,,,udah,gk usah kuliah sekalian, sewa aja orang buat hadir+isi absensi. Klo perlu pas ujian skalian diwakili.Beres deh😀

    ….trus mau jd apa lulusannya??!!

  2. betul…betul..betul

    seharusnya skripsi ditiadakan dan diganti dengan ujian akhir pa gitu,,biar seorang mahasiswa mengerti maksud n arti kuliah bukan untuk pergantian absensi atau mnyewa orang untuk melakukan tugas nya sebagai seorangg mahasiswa

  3. koreksi dulu dari dua sisi
    dosen yang kurang pengalaman dalam memberikan pengajaran atau memang mahasiswa yang malas
    menyalahkan satu sisi lebih mudah dari pada mengoreksi 2 sisi
    sebab teori pembenaran yang paling benar adalah menyalahkan pihak lain

  4. jujur, kalo sy buat sendiri🙂 sekedar saran: menurut sy knapa terjadi percaloan ya karena seleksi dari awal ga bagus. dulu waktu sy ikut tes di ukdw ga yakin lulus, karna bnyk yg ga saya isi🙂. tp sengaja saya isi pilihan 1: TI, pilihan 2: tdk ada, supaya sy masuk TI🙂 tp y karna seleksinya kurang bagus akhirnya sy (ke-pontal2/pontang-panting) di jurusan yg harusnya ga sembarangan anak bisa masuk🙂 tp biar jatuh bangun akhire lulus🙂

Komentar ditutup.