Instalasi Oracle WebLogic Server 10.3


Seperti halnya J2EE implementator lainnya, seperti JBoss dan Glassfish, Oracle  menawarkan sebuah produk bernama Oracle WebLogic Server 10g R3 (sebelumnya beranama Oracle Application Server) yang di dalamnya menggabungkan antara produk Oracle Fusion Middleware dan BEA System. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Oracle telah mengakuisisi BEA System senilai US $ 8.5 miliar pada januari 2008 yang lalu dan tentu saja akuisisi ini mempengaruhi strategi produk Oracle, terutama di bidang Application Server. Sehingga tidak heran jika, isunya, OC4J akan di”matikan” dan diganti dengan framework dan implementasi J2EE dari BEA.

Oracle WebLogic Server 10g R3 merupakan landasan produk penting dari Oracle WebLogic Suite, yaitu sebuah suite untuk aplikasi enterprise dan SOA yang mendukung grid. Di dalam paket Oracle WebLogic Server terintegrasi dengan produk Oracle Fusion Middleware lainnya seperti Oracle JDeveloper, Oracle Coherence, dan Oracle TopLink. Ukuran file paket Oracle WebLogic Server cukup besar, 735 MB, dan ini sedikit merepotkan (bandingkan dengan GlassFish yang lebih ringan😀 ).

Pemasangan Oracle WebLogic Server

Saya berhasil mengunduh paket ini dan mencoba memasang di Fedora 9 yang sebelumnya telah ada Oracle Database 10g R 2.0.1 (nama file adalah server103_linux32.bin). Untuk memulai pemasangan, terlebih dahulu pastikan bahwa paket-paket yang dibutuhkan telah terpasang. Paket-paket fedora yang saya pasang sama seperti ketika melakukan pemasangan terhadap database Oracle 10g R2.0.1. Berikut beberapa nama paket tersebut (semoga tidak kurang atau lebih):

  • glibc
  • glibc-common
  • binutils
  • compat-glibc
  • compat-libstdc++
  • compat-libstdc++-devel
  • gcc
  • gcc-c++
  • libstdc++
  • libstdc++-devel
  • openmotif21
  • pdksh
  • setarch
  • make
  • gnome-libs
  • sysstat
  • compat-db

Setelah itu, buat user baru yang nantinya akan digunakan untuk pemasangan Oracle WebLogic Server ini.

# groupadd oinstall
# groupadd dba
# groupadd oper
# useradd -g oinstall -G dba oraias
# passwd oraias

Kemudian, login sebagai user oraias. Kemudian jalankan file server103_linux32.bin. Akan muncul jendela dialog instalasi. Ikuti langkah-langkah instalasi yang menurut saya mudah juga untuk dilakukan. Pada tahapan pemasangan paket, jika kita pilih Custom akan dimunculkan daftar paket yang akan terpasang. Adapun paket yang telah ikut terbawa oleh Oracle WebLogic Server dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Komponen Oracle WebLogic Server 10.3

Jika pemasangan Oracle WebLogic Server 10.3 ini berhasil, di dalam $ORACLE_HOME akan berisi sebagai berikut:

Pembuatan Domain

Langkah berikutnya adalah membuat sebuah domain. Domain adalah seperti sebuah kelompok logika yang di dalamnya dapat berisi beberapa server (aplikasi server kita) yang dapat diatur oleh administrasi domain. Untuk pembuatan sebuah domain, kita dapat melakukannya dengan:

$ cd $ORACLE_HOME/wlserver_10.3/common/bin/config.sh

Tampilan awal dari perintah tersebut dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Langkah pertama Oracle WebLogic Configuration Wizard

Dari jendela dialog Oracle WebLogic Configuration Wizard, pilih Create a new WebLogic domain, lalu klik Next.

Gambar 3. Langkah kedua Oracle WebLogic Configuration Wizard

Saya lalu memilih Generate a domain configured automatically. Langkah selanjutnya kita akan mengisi username dan password untuk administrator dari domain yang kita buat ini. Dalam pemberian password diharuskan minimal 8 karakter. Langkah berikutnya kita diminta untuk memilih mode domain dan JDK yang akan digunakan dalam domain tersebut. Untuk mode domain Development ditujukan untuk tahapan pengembangan aplikasi, sehingga kita tidak diminta untuk memasukan informasi authentication (tidak seperti jika memilih mode Production). Untuk JDK dapat dipilih JRockIt atau JDK 6. Dalam hal ini saya memilih JDK 6.

Gambar 4. Tahapan pemilihan mode domain dan JDK

Langkah berikutnya kita diberi pilihan apakah ingin melakukan customize terhadap konfigurasi domain kita. Jika tidak, langsung klik Next dengan pilihan No. Di tahapan terakhir, kita diminta untuk mengisi nama domain dan lokasinya. Ikuti nilai baku yang sudah terisi. Lalu kita klik tombol Create. Proses pembuatan domain akan dilakukan.

Gambar 5. Tahapan pengisian nama domain dan lokasinya

Startup dan Shutdown Domain Server

Karena dalam setiap Domain terdapat Administration dan Managed Server, maka untuk startup dan shutdown juga dapat dilakukan terhadap dua item tersebut.

Untuk menjalankan Administration Server:

$ cd $ORACLE_HOME/user_projects/domains/base_domain
$ ./startWebLogic.sh

Untuk menjalankan Managed Server:

$ cd $ORACLE_HOME/user_projects/domains/base_domain/bin
$ ./startManagedWebLogic.sh

Anda dapat mencoba untuk mengakses Administrasi ini, kita dapat mengunjunginya dari web browser kita dengan mengetikkan alamat URL:

http://localhost:7001/console

Untuk pertama kali, WebLogic akan melakukan deploy Administration Console buat Anda. Setelah itu akan muncul halaman login. Silahkan login dengan user dan password yang telah Anda definisikan sewaktu pembuatan domain baru sebelumnya. (username default: weblogic).

Referensi: http://download.oracle.com/docs/cd/E11035_01/wls100/server_start/server_startTOC.html, http://edocs.bea.com/wls/docs103/index.html.

4 thoughts on “Instalasi Oracle WebLogic Server 10.3

  1. saya blm pernah mengembangkan aplikasi dengan java, namun berminta untuk pengembangan aplikasi opensource, sejauh mana oracle mensupport tools “gratis” utk pengembangan lebih lanjut?

  2. mas, saya mau nanya..apakah oracle weblogic server ini compatible dijalankan di windows xp mas? terimakasih

  3. Hi,
    This is the first time there is an article that explains Weblogic by using Indonesian language. It’s really help me.

    I have a problem to run “java weblogic.WLST”, but it’s in case of error. And the report error is :

    Exception in thread “main” java.lang.NoClassDefFoundError: weblogic.WLST

    Do you have solution for this error ??
    Kindly need your help …

    Thanks

Komentar ditutup.