Pergeseran Platform


Melihat bagaimana sejarah perkembangan sebuah mesin yang bernama Komputer ini memang terasa sekali perbedaan, terutama dalam hal personalisasi. Yang saya maksud dengan personalisasi di sini adalah bagaimana sebuah komputer dapat “melekat” dan “memberikan” identitas bagi para pemiliknya. Pada jaman dulu komputer, yang dikenal dengan mainframe atau minikomputer, dikenal sebagai sebuah mesin mahal yang harus ditempatkan dalam suatu ruangan khusus dengan perlakuan khusus. Orang yang dapat menggunakannya juga harus tertentu. Sedangkan untuk pemakainyapun boleh dikatakan hanya bisa menggunakan aplikasi yang sudah tersedia di mesin pusat. Tidak ada personalisasi di masa itu.

Tapi ketika sebuah komputer personal Apple muncul, lalu ditiru oleh IBM PC dan Microsoft, pendekatan personalisasi terhadap mesin ke pemiliknya mulai menunjukkan tanda-tanda yang sangat baik. Artinya pemakai mesin komputer memang butuh agar “mesin” yang dimilikinya itu dapat di”otak-atik” sesuai dengan pribadi dan kesenangannya masing-masing. Bahkan ketika PDA pertama muncul, setahu saya juga dipelopori oleh Apple, semakin menunjukkan bahwa personalisasi menjadi sesuatu yang sangat penting.

Sekarang kita lihat diri kita sendiri, bagaimana kita memperlakukan notebook/laptop/pda/ponsel kita masing-masing. Semua aplikasi dan sistem operasi yang kita gunakan memberikan kemampuan untuk dapat diatur sesuai dengan kesenangan kita. Tidak heran jika produk-produk aplikasi desktop, terutama keluaran dari Microsoft, menjadi sangat dominan di area ini. Persaingan ide, kreatifitas dan produk dalam hal ini menjadi sesuatu parameter yang cukup penting. Kekakuan sebuah aplikasi saat ini sudah tidak banyak dilirik. Saya kagum dengan Firefox (dan produk sejenis lainnya) yang memberikan kemampuan personalisasi yang luar biasa. Kita dapat memilih add-on, extention, theme yang kita sukai yang bisa saja berbeda dengan yang lain. Mungkin bagi para gadis lebih suka memilih theme yang “cewek banget”, dan di sisi lain para cowok lebih suka memasang theme yang “cool abis”. (warakadah…mulai ngaco..)

Lalu sekarang pergeseran personalisasi menjadi bergeser. Tengok saja bagaimana Yahoo!, Google, Amazon, friendster, facebook, dan sebagainya, mulai memberikan fasilitas “my”. Di dalam aplikasi web “my” ini setiap pemakai dapat mengatur sendiri tata letak, theme, add-on dan sebagainya sesuai dengan kebutuhannya. Jika kita perhatikan, semua add-on yang dapat kita pasang dalam aplikasi web “my” ini dapat diambil dari beberapa “third party” yang lain. Tapi memang belum ada dominasi layanan public apa yang muncul, karena antara semua penyedia layanan aplikasi web ini masih “sama rata”. Tapi inilah platform terbaru yang perlu kita perhatikan. Bagaimana aplikasi-aplikasi sistem operasi berbasis web mulai bermunculan, aplikasi perkantoran berbasis web (online) juga bermunculan, aplikasi pengecekan virus di komputer pemakai juga tersedia secara online, bahkan jangan heran jika suatu saat ini hampir semua aplikasi desktop akan bermigrasi ke web. Inilah fenomena baru.

Lalu saya teringat akan istilah “cloud computing“. Apakah nantinya arsitektur komputasi ini akan menggantikan yang sudah ada, aplikasi desktop misalnya? Belum tahu! Tapi dapat dipastikan semua infrastruktur dasar untuk membangun “cloud computing” sudah ada, tinggal bagaimana konsorsium-konsorsium atau organisasi standarisasi internasional bersikap terhadap hal ini. Sebagai pemakai, pada akhirnya saya hanya menunggu saja, dengan terus berbuat walaupun kecil tapi harus mengarah ke sana.