“Janganlah Menjadi Jahat”


Kalimat ini bukanlah sembarang kalimat, tapi sebuah motto yang sangat terkenal dan menjadi pilar utama bagi Google Inc. Motto “Don’t Be Evil” telah mempengaruhi sangat besar dalam budaya bekerja dan melayani Google. Motto ini diusulkan oleh salah seorang karyawan Google, yang sekaligus penemu Gmail: Paul Buchheit, dalam sebuah rapat jajaran atas Google untuk mencari dan mengatasi birokrasi yang dikatakan dapat menghambat aliran inovasi dalam perusahaan tersebut. Larry Page sendiri, sebagai founder Google, memberikan komentar yang cukup menarik terhadap motto tersebut:

Saya rasa kata-kata tersebut lebih bagus daripada ‘Menjadi Baik’ atau sejenisnya.” canda Page. “Ketika membuat keputusan, kata-kata ini akan membuat kita berfikir. Jadi, rasanya kata-kata itu memang sangat bagus” — The Search, by John Battelle (edisi terjemahan Indonesia – Gramedia Pustaka 2007, p. 148 )

Moto tersebut mengubah budaya kerja dan pencarian inovasi yang baik. Tidak heran juga jika motto ini juga membuat dunia berfikir dan mengetahui bahwa Larry Page dan Sergey Brin bukan hanya Google Guy, tapi juga Good Guy.

Its very motto, Don’t Be Evil, was a thinly veiled way of letting the technologists of the world know that Larry and Sergey were not just the Google Guys, but the Good Guys, who did the right thing for users and for employees, and had fun too. –The Google Story by David A. Vise (Pan Books – 2005, p. 257 )

Demikian motto sederhana ini telah mengubah dunia melalui Google. Bisakah kita juga memiliki motto yang sama dalam pribadi kita masing-masing? (Merenung…..)