Kunjungan Bill Gate yang berkharisma…


Tertegun juga melihat (walaupun tidak seluruhnya) tayangan langsung tentang “Kuliah Umum” Bill Gate di Indonesia, apalagi ditemani bapak Presiden RI. Sepertinya bapak Bill Gate ini kedudukannya serupa dengan Presiden negara tetangga, dan tidak hanya itu dari informasi yang direlease detik.com, peserta yang ingin mendengar atau melihat secara langsung bapak Bill Gate ini ternyata berjibun banyaknya.

Bapak Bill Gate memang punya kharisma, punya daya tarik tersendiri, dan saya pikir untuk itulah Microsoft cukup disegani. Waktu bapak Stallman datang ke sini, seingat saya tidak sampai ditemani bapak Presiden RI ya? (kalau salah mohon dikoreksi). Hmm…kalau seandainya bosnya dari vendor lain seperti Oracle, Cisco, IBM datang ke Indonesia kira-kira disambut seperti ini tidak ya?

Seperti yang ditulis oleh detik.com dengan tajuk “Tawarkan Software Baru Gratis, Gates Minta Syarat“, bapak Menteri Pendidikan kita akhirnya berujar:

“Jadi kalau dibantu, anak-anak kita nanti (takutnya) jadi terbiasa dengan Microsoft nanti saat lulus. Itu artinya saya sudah bantu jadi marketing mereka. Ha..ha..ha…,” gelak Bambang.

Setuju pak Bambang, bagaimanapun juga ketika dari kecil dibiasakan untuk hanya tahu pada satu produk, hal itu seperti menanamkan filosofi bahwa kalau tidak menggunakan produk Microsoft rasanya hambar. Kasihan khan generasi kita nanti… Kita tetap perlu menjaga keseimbangan ekosistem TI….

7 thoughts on “Kunjungan Bill Gate yang berkharisma…

  1. saya setuju pak klo negara kita dibiasakan sejak kecil menggunakan produk microsoft maka yang akan diuntungkan dalam jangka panjang adalah pihak microsoft.

  2. Salam pak,

    Sekarang saya dan beberapa teman saya sedang mengembangkan website dengan ROR. Kalau bapak berkenan kami ingin berkonsultasi dengan anda…

    Kalau kami boleh tahu alamat emailnya Pak Budi apa ya?

    Terimakasih.

  3. Masalahnya Mr. Bill punya 50 milyar USD. Sama dengan APBN kita? Menjadikannya orang yang sangat berpengaruh. Berapa persenkah orang Indonesia atau perusahaan Indonesia yang pakai Linux? Dugaan saya sih 90% OS yang beredar di Indonesia masih pakai Windows. Dari sisi pandang pmerintah, “Wah moga2 ada modal yang ditanam di Indonesia nih”. Sebab 90% orang Indonesia pakai Windows dan Microsoft punya uang. Saya tidak tahu bagaimana kalau Steve Jobs yg datang, apakah sambutannya akan sama?😀

  4. Nah itulah….apapun alasan kunjungan itu, jika itu dari orang bisnis, pasti ada sasaran target pasar yang ingin diperluas dari hasil kunjungan itu.
    Pada akhirnya OpenSource menjadi sesuatu yang perlu diperluas, bukan karena dalam rangka “berperang”, tapi untuk memberikan wawasan bahwa pemakaian komputer (apapun itu) harus bebas, tidak tergantung pada satu produk/vendor.

  5. Setuju mas … pemerintah seharusnya memang bisa menjadi katalisator alternatif jenis software yang dipakai oleh orang2 Indonesia (komersial atau OSS), sedangkan pemerintah (sejauh ini) tidak cukup tegas mau ke arah mana. IGOS diluncurkan tapi MoU dengan Microsoft ditandatangani juga (meski dengar2 tidak mengikat). Cuma pandangan masyarakat umum menjadi bingung kan, kita mau ke arah mana? Atau mungkin masyarakat saja yang harusnya menggerakan pemakaian OSS. Kalau aplikasi eHealth atau pendidikan (seperti yang dibilang bill) seharusnya bisa lebih efektif kalau pakai OSS. Untuk kegiatan komersial biar saja perusahaan besar yang bisa beli produk microsoft memakai perusahaan paman bill itu😀

Komentar ditutup.