WebOS


Sejak keluarnya teknologi AJAX, banyak sekali aplikasi web yang muncul dengan memberikan porsi pemrosesan di sisi client, dalam hal ini web browser, lebih besar dari biasanya (HTML biasa). Saatu sisi memberikan suatu antarmuka pemakai yang lebih interaktif, tapi di sisi lain juga membutuhkan spesifikasi yang lebih baik dari sekedar web browser murni. Salah satu aplikasi AJAX yang sangat menarik adalah munculnya konsep penerapan OS di web, atau kita kenal dengan nama WebOS.

Dengan WebOS ini kita dapat menyediakan layanan layaknya sebuah sistem operasi jarak jauh kepada para karyawan kita, mahasiswa kita, atau bahkan ke publik. Seperti sebuah sistem operasi, WebOS mencoba memberikan layanan fungsional baik untuk manajemen proses, manajemen berkas/direktori, bahkan manajemen pemakainya. Yang menarik lagi adalah dengan kemampuan definisi user interface yang ringan, HTML dan CSS, menjadikan aplikasi WebOS lebih menawan.

Setahu saya saat ini ada dua aplikasi WebOS yang menawan hati saya, yaitu eyeOS dan CorneliOS. Keduanya didistribusikan di bawah lisensi GPL. Dari keduanya, yang cukup ringan adalah eyeOS, dan webos ini pula yang pertama kali saya kenal.

Setelah saya cek di wikipedia.com, ada beberapa pilihan lain yang dapat diicicipi juga. Silahkan dikunjungi daftar yang ada di wikipedia.com tersebut.

4 thoughts on “WebOS

  1. saya udah nyoba yang eyeOS dari bonus CD nyaPC Mild, seru, walaupun masih minim look and feelnya, belum sampe kaya bener2 desktop…

    oya di majalah computer terbitan IEEE Maret 2008 juga dibahas tentang web OS, 5 tahun kedepan katanya bakal digandrungi, tentunya diluar negri yang bandwithnya gila2an…

    di indonesia?? ya … bersabarlah… nunggu internet murah dengan bandwith gede ^^

Komentar ditutup.