Apakah mahasiswa TI wajib bisa memprogram?


Saya terusik dengan pembahasan “standarisasi” lulusan mahasiswa bidang TI. Ada yang berpendapat, yang penting mahasiswa dapat menganalisis dari masalah yang dikerjakan, ada juga yang mewajibkan mahasiswa membat program untuk tugas akhirnya, ada juga yang berpendapat “yang penting mahasiswa memahami dunia TI”. Yang saya maksud mahasiswa TI di sini adalah semua bidang pendidikan yang “berbau” Teknologi Informasi, misalnya Ilmu Komputer, Teknik Informatika, atau Sistem Informasi.

Dari saya pribadi, yang juga dari bidang TI, memahami kondisi kita, terutama di Indonesia, yang tidak bisa menjadi tuan rumah sendiri untuk teknologi informasi ini, baik mulai algoritma sampai dengan piranti perangkat kerasnya. Bagaimana tidak, hampir semua yang masuk ke Indonesia sebagian besar di pasok dari luar, misal Taiwan, Malaysia, India, USA, atau Eropa. Kondisi ini membuat posisi kita menjadi agak repot. Di sisi lain, pemerintah Indonesia mulai menyadari hal ini, terbukti dengan memunculkan program IGOS, dan sekarang dengan keluarnya UU ITE dan HAKI memungkin kita untuk “memaksa” diri kita menggunakan yang legal. Bagi yang berduit, kondisi ini tidak menjadi masalah, karena teknologi itu bisa di beli dan dipakai sesuai kebutuhan. Tapi masalahnya, bagaimana kita bisa menjadi diri sendiri dalam pengembangan TI di negara kita sendiri.

Produk OpenSource sebenarnya memungkinkan kita untuk mengarah ke kemandirian kita. Hanya saja karena dulu sudah terbiasa menggunakan bajakan, misal MS Windows dan MS Office, maka saat inipun ketika UU HAKI berlaku, masih saja ada yang memaksa diri untuk menggunakan produk komersial dengan membajak. Sekali lagi ini masalah pilihan, mau berubah atau tidak. Secara tidak sadar sebenarnya ketika kita “pathok mati” berfikir bahwa “saya hanya bisa Windows, tidak bisa Linux” maka kita sudah dibawah”jajahan” produk tersebut. Ini hanya sebuah ilustrasi sederhana saja, tapi kalau memang kita mampu membeli, ya tidak masalah.

Kembali ke pertanyaan awal di sini, ketika mahasiswa TI kita tidak bisa memprogram, ini akan menjadikan kita semakin tidak mandiri untuk pengembangan Teknologi Informasi. Salah satu hal yang perlu dipahami dan dipegang oleh semua mahasiswa ataupun orang yang bergerak di bidang TI adalah disiplin dan wajib selalu belajar. Itu modal penting. Memprogram merupakan suatu aktifitas “seni” untuk menciptakan suatu aplikasi/program untuk membantu menyediakan alat bantu untuk menyelesaikan suatu masalah. Untuk dapat menghasilkan karya “Seni”, sangat dibutuhkan kedisiplinan dari si pembuat. Sehingga menurut hemat saya, apapun kondisinya, mahasiswa bidang teknologi informasi wajib dan harus lulus dengan status dapat memprogram, yang dapat dilihat dari tugas akhir yang dikerjakannya. Setidaknya, dengan idealisme ini, kita dapat memiliki pemrogram yang “jago” yang dapat diterima dengan baik di negara kita sendiri tanpa harus repot-repot cari ke luar negeri untuk mendapatkan penghargaan yang lebih baik, seperti kondisi kita saat ini. Ini hanya pemikiran saya.