JMeter: Alat pengukur yang jitu


Apache Software Foundation secara tidak langsung mengokohkan posisinya sebagai sebuah bentuk organisasi “terbuka” yang menghasilkan banyak sekali produk yang dipilih oleh sebagian besar orang TI untuk mendukung aktifitasnya. Siapa yang tidak kenal dengan Apache HTTPD Server? Produk komunitas ini benar-benar menjadi sebuah produk yang sangat dipercaya , terbukti dari Netcraft mencatat hampir 50.69% dari seluruh web server yang “jalan” di Internet. Salah satu produk yang juga dapat kita gunakan adalah JMeter, yaitu sebuah alat ukur kinerja untuk lingkungan client/server. Saya percaya banyak di antara kita juga sudah mengetahui ini, terutama untuk teman-teman bidang TI. Alat ini sangat mudah digunakan, sehingga teman-teman yang bukan dari TI pun bisa menggunakannya.

JMeter merupakan sub proyek dari sebuah proyek besar yang disebut Jakarta (sebuah proyek besar dari ASF yang ingin menyediakan alat-alat yang dapat membantu para pengembang atau siapapun berkolaborasi dan dapat memaksimalkan pengembangan PL). JMeter merupakan 100% aplikasi desktop yang berjalan di atas Java VM yang dapat mengukur kinerja sistem dan load-test dari aplikasi client/server. Yang dapat kita ukur antara lain kinerja HTTP (aplikasi web), FTP, JDBC, bahkan EJB, SOAP atau CORBA. Alat yang serupa adalah JUnitPerf atau HttpUnit (alat ini variant dari JUnit yang fokus pada pengujian aplikasi web). Namun untuk kedua alat terakhir ini sedikit perlu sentuhan pemrograman yang mungkin jadi masalah bagi rekan-rekan yang belum terbiasa memprogram dengan Java.

Dengan JMeter kita dapat mensimulasikan beban kerja yang sangat berat pada sistem client/server yang kita kembangkan, termasuk server dan jaringannya. Walaupun dibuat dengan 100% murni Java, JMeter dapat menguji aplikasi web yang ditulis dengan semua bahasa pemrograman web yang Anda sukai, seperti JSP/Servlet, PHP, ASP, Cold Fusion, CGI, Ruby, dan sebagainya.

Konsep yang diusung dalam JMeter adalah penyusunan sebuah TestPlan yang berisi satu atau lebih ThreadGroup. Dalam sebuah ThreadGroup berisi beberapa thread. Sebuah thread dapat di analogikan sebagai seorang virtual pemakai yang sedang mengakses aplikasi web/server Anda. Sebuah timer (waktu tunda) dapat ditambahkan ke ThreadGroup sebagai simulasi waktu pengaksesan yang dilakukan di antara thread. Dengan adanya timer ini, kita bisa simulasikan waktu pengaksesan dari pemakai (diwakili dengan thread) secara teratur (konstan), Gaussian random atau uniform. Biasanya kita gunakan timer konstan untuk membuat pengujian yang berulang-ulang, dan Gaussian random untuk mensimulasikan aktifitas pemakai pada kenyataannya. Elemen lain dalam JMeter adalah controller. JMeter menggunakan dua tipe controller, yaitu testing dan logic. Anda dapat menggunakan sebuah controller testing untuk menguji sistem kita dengan berbagai protokol, tapi tidak mencatat hasil pengujian ini. Sedangkan untuk controller logik kita dapat menguji aliran pengujian yang dilakukan. Sebuah controller dapat berisi beberapa elemen config yang membantu kita untuk mengkonfigurasi controller. Pada JMeter 2.3.1 yang saya gunakan, sudah tersedia beberapa template config element yang siap kita gunakan. Terakhir, dalam JMeter terdapat juga listener yang menerima data sampling hasil pengujian lalu menampilkan dalam bentuk grafik atau kita simpan ke dalam file.

Untuk selanjutnya, tersedia user manual yang dapat kita gunakan sebagai alat latihan menggunakan JMeter. Silahkan kunjungi:

One thought on “JMeter: Alat pengukur yang jitu

Komentar ditutup.