Google OfficeSuite


Hampir semua pemakai Internet dapat dipastikan mengetahui Google OfficeSuite, sebuah suite untuk aplikasi perkantoran yang dapat digunakan secara bebas oleh pemakai Google secara online ataupun offline. Jika di komputer yang sedang Anda gunakan tidak ada aplikasi Office, jangan kuatir, tinggal kunjungi docs.google.com, Anda akan mendapatkan sebuah layanan aplikasi untuk pembuatan dokumen seperti halnya MS Office ataupun OpenOffice. OfficeSuite yang dipaket di Google ini adalah Document, Spreadsheet, dan Presentation, sampai saat ini hanya Google Document yang dapat dijalankan secara offline dengan cara memasang terlebih dahulu Google Gear. Jadi, jangan kuatir dan bingung lagi, tinggalkan yang ilegal, gunakan yang legal yang semakin mudah saja.

Akhirnya Netbeans 6.1…


Siang hari ini saya mendapat newsletter dari Netbeans Community yang menyatakan bahwa Netbeans 6.1 telah di release. Langsung saja saya unduh dari Netbeans.org. Untungnya koq pas cepat…dengan rata-rata kecepatan 84-100 KB/s, akhirnya dalam waktu hampir 25 menit, selesai juga berkas instalasi Netbeans 6.1 sebesar 178M diunduh. Saya unduh untuk mesin Linux i386, dan JDK yang saya gunakan adalah JDK 1.6u6. Semua proses instalasi lancar. Yang saya rasakan berbeda adalah startup di Netbeans 6.1 lebih cepat dari sebelumnya. Sepertinya ini mengobati permasalahan startup yang menjadi keluhan di versi sebelumnya. Selamat mencoba juga…

WebOS


Sejak keluarnya teknologi AJAX, banyak sekali aplikasi web yang muncul dengan memberikan porsi pemrosesan di sisi client, dalam hal ini web browser, lebih besar dari biasanya (HTML biasa). Saatu sisi memberikan suatu antarmuka pemakai yang lebih interaktif, tapi di sisi lain juga membutuhkan spesifikasi yang lebih baik dari sekedar web browser murni. Salah satu aplikasi AJAX yang sangat menarik adalah munculnya konsep penerapan OS di web, atau kita kenal dengan nama WebOS.

Dengan WebOS ini kita dapat menyediakan layanan layaknya sebuah sistem operasi jarak jauh kepada para karyawan kita, mahasiswa kita, atau bahkan ke publik. Seperti sebuah sistem operasi, WebOS mencoba memberikan layanan fungsional baik untuk manajemen proses, manajemen berkas/direktori, bahkan manajemen pemakainya. Yang menarik lagi adalah dengan kemampuan definisi user interface yang ringan, HTML dan CSS, menjadikan aplikasi WebOS lebih menawan.

Setahu saya saat ini ada dua aplikasi WebOS yang menawan hati saya, yaitu eyeOS dan CorneliOS. Keduanya didistribusikan di bawah lisensi GPL. Dari keduanya, yang cukup ringan adalah eyeOS, dan webos ini pula yang pertama kali saya kenal.

Setelah saya cek di wikipedia.com, ada beberapa pilihan lain yang dapat diicicipi juga. Silahkan dikunjungi daftar yang ada di wikipedia.com tersebut.

Mencicipi ORDB dengan Oracle


Jika rekan-rekan ingin mencicipi tentang object relational database sederhana di Oracle 10g, artikel yang saya tulis ini semoga dapat memberikan gambaran tentang hal itu. Saya menulisnya di Oracle 10g Enterprise Edition, untuk Oracle 10g XE belum saya coba. Tapi yang jelas untuk Oracle10g XE, nested table masih dapat diterima.

Latihan sederhana ini akan saya dasari dari skema UML Class Diagram berikut :

Baca lebih lanjut

Windows XP SP3


Informasi singkat saja, bagi rekan-rekan yang masih menggunakan Windows XP, Microsoft akan merelease Windows XP SP 3 minggu ini. Silahkan ikuti informasinya, salah satunya di sini. Salah satu hal terpenting yang di berikan oleh SP 3 ini adalah bug fixed untuk masalah Windows zero-day bug, yang menurut informasi bug ini merupakan bug berbahaya yang dapat di exploit oleh penyerang terhadap Windows Metafile.

Sebagai tambahan, tanggal 30 April 2008 (tolong dikoreksi jika salah), Microsoft telah merelease Windows XP SP3. Silahkan di unduh untuk membuat Windows XP Anda lebih aman dan nyaman.

Mencicipi JUnit dan AspectJ


Kebetulan saja saya mengajar Metodologi RPL di sekolahan saya, dan salah dua materinya adalah tentang bagaimana Test Driven Development alias TDD dapat diterapkan sebagai salah satu bentuk Agile Programming serta sedikit memahami tentang model pemrograman berorientasi pada aspek (Aspect Oriented Programming – AOP). Agak susah memang untuk mencoba membalik paradigma yang selama ini dipahami, yaitu dari non-agile menjadi agile. Tapi inilah yang dapat saya bagikan kepada rekan-rekan di sini, yaitu kita akan belajar sedikit tentang keduanya dalam satu proyek kecil dengan menggunakan Netbeans 6.0.

Alat-alat yang dibutuhkan antara lain: JDK 1.5 ke atas, Netbeans 6.x, JUnit 3.8.x, dan AspectJ for Netbeans. Semuanya dapat di unduh di Netbeans.org. Setelah di pasang semua pada komputer Anda, kita lanjutkan untuk mencoba JUnit dan AspectJ. Baca lebih lanjut

Melegalkan yang tidak legal?


Gerakan OpenSource bukanlah gerakan untuk melawan, atau menentang atau menjatuhkan, tapi dengan gerakan sederhana ini kita diajak untuk mencoba saling berbagi dan terbuka, dan jangan lupa juga belajar untuk menghargai hasil karya orang lain. Terlalu klise mungkin, tapi inilah ciri gerakan OpenSource. Saya sendiri sering kali masih terjebak untuk membedakan antara produk opensource dan bukan. Sampai pada waktu, ada ungkapan bahwa “selama di dunia pendidikan, masih tidak apa-apa jika menggunakan produk yang tidak legal, yang penting bisa mengajarkan suatu penerapan konsep/teknologi kepada siswa”, artinya melegalkan produk yang tidak legal bagi pemakainya. Jika dari dunia pendidikan pendapat seperti ini terus bergulir, jangan salahkan siswa setelah lulus juga akan berusaha untuk melegalkan produk ilegal. Padahal, menurut hemat saya, ketika siswa dikenalkan bahkan dipaksa menggunakan suatu produk software untuk menangani suatu masalah, tanpa diberikan alternatif-alternatif lain atau membiarkan mahasiswa untuk memilih sendiri softwarenya asal legal, maka ketrampilan menggunakan produk tersebut pasti juga akan terbawa ketika siswa lulus dan terjun ke masyarakat.

Sebagai contoh saya sendiri. Ketika mengajar tentang pemrograman, saya menggunakan Java dengan Netbeans sebagai tool pembantu. Maka secara tidak langsung siswa saya dalam pemikirannya akan terpancang juga pada produk tersebut, walaupun Netbean dan Java juga produk OpenSource. Tapi memang dikesempatan yang lain, saya membiarkan mahasiswa untuk memilih sendiri tool yang mereka bisa, walaupun pada akhirnya sebagian besar memilih produk yang tidak legal. Contoh lain lagi yang seperti sudah “mendarah daging” adalah produk Office Suite. Sangat sulit sekali memberi pengertian untuk menggunakan produk Office Suite yang legal. Jujur saja, maaf jika menyebut nama produk, kalau disurvey dari setiap notebook yang digunakan mahasiswa, mungkin hampir 90% produk MS Office tidak legal. Sepertinya sangat tidak mungkin dipaksa untuk menggunakan OpenOffice atau yang lain yang bebas, gratis dan legal. Bagiamana bisa? Saya tidak tahu. Tapi menurut saya, salah satu faktor terbesar adalah karena mungkin tidak ada waktu untuk belajar hal baru 😀 . Saya percaya kondisi ini banyak yang mengetahui.

Contoh lain yang bisa saya ungkapkan tentang hal ini ada sebuah warnet yang mencoba mengganti komputer-komputer yang digunakan dengan Linux (Ubuntu). Setelah berjalan kurang lebih 3-4 bulan, warnet ganti kembali dengan MS Windows, dan kali ini legal karena mengikuti program lisensi dari vendor. Ketika ditanya mengapa ganti kembali ke MS Windows? Sederhana saja, karena banyak pemakai warnet hanya tahu MS Windows, belum terbiasa dengan Linux. Walaupun dari sisi fungsi dan GUI tidak ada perbedaan, hanya masalah mengubah perilaku.

Bagaimana caranya untuk bisa membantu memberi wawasan tentang legalisasi? Mungkin dapat dilakukan dengan sering mendemokan bahwa produk OSS dapat menjadi alternatif dalam setiap masalah yang akan diselesaikan. Bisa jadi juga membuat inkubator-inkubator konsultan, software house yang memberikan solusi berbasis opensource. Perlu kebijakan dari yang punya jabatan terkait tentang hal ini. Tapi memang kesadaran untuk menggunakan produk software yang legal perlu untuk terus diudarakan. Dan semua hal tersebut menuntut perubahan pola pikir dari setiap pribadi yang menggunakan, sehingga nantinya tidak ada lagi semboyan melegalkan yang tidak legal. Ini hanya pemikiran sederhana saya saja yang ingin saya bagikan.