Dari beberapa kali diskusi dengan temen-temen yang bekerja sebagai programmer, baik sebagai freelance, kerja di software house (dari kelas kecil, menengah, sampai kelas kakap), ataupun kerja di perusahaan yang core business nya bukan IT. Dari hasil diskusi singkat, ada yang berpendapat yang sedikit membuat saya agak “menangis” juga: “Jadi programmer itu seperti, maaf, seperti seorang kacung yang harus mengerjakan apa yang diperintahkan”. Ada yang lain berkomentar “kerjanya sudah sulit, tapi gaji tidak sepadan”.

Ada cerita menarik, seorang teman setelah lulus S1 TI, kerja di sebuah software house, kemudian dia ditempatkan di salah satu clientnya. Cerita sedih di mulai dari sini, teman saya ini sampai tidak diijinkan makan siang karena modul yang sedang dikerjakan belum selesai juga, sampai ditungguin sama si client. Baru setelah jam 3 sore, teman saya ini diijinkan untuk makan siang. Gile bener…sedemikian burukkah gambaran pekerjaan programmer di negara kita ini? (more…)