Setelah melakukan upgrade ke Lion (10.7), QtCreator (2.2.1 based on Qt 4.7.4) tidak dapat jalan dengan baik karena selalu memberikan warning “This version of Mac OS X is unsupported”. Pesan ini muncul karena pada file qglobal.h (berada di folder QtSDK/Simulator/Qt/gcc/include/QtCore/qglobal.h) tidak terdapat definisi precompiler untuk Lion. Berdasar forum qt, diminta untuk menambahkan deklarasi 10.7 di file tersebut. Kemudian saya mencoba dengan menambahkan deklarasi berikut (pada baris 319):

#  if !defined(MAC_OS_X_VERSION_10_7)
#       define MAC_OS_X_VERSION_10_7 MAC_OS_X_VERSION_10_6 + 1
#  endif

Kemudian melakukan perubahan deklarasi maksimum Mac OS X version yang diijinkan menjadi :

#  if (MAC_OS_X_VERSION_MAX_ALLOWED > MAC_OS_X_VERSION_10_7)

Berikut contoh screenshot:

Jika ditemukan error instalasi Oracle 11g R2 pada Fedora 13/14 yang berbunyi:

Error in invoking target 'agent nmb nmo nmhs tclexec' of makefile '/u01/app/oracle/product/11.1.0/db_1/sysman/lib/ins_emagent.mk

maka, berdasar diskusi di sysdbaonline.com, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. pada tampilan OUI yang menampilkan pesan error, silahkan kembali ke terminal
  2. jalankan perintah:
    vi $ORACLE_HOME/sysman/lib/ins_emagent.mk
  3. lalu cari string MK_EMAGENT_NMECTL, sampai menemukan $(MK_EMAGENT_NMECTL)
  4. tambahkan di belakang baris tersebut dengan -lnnz11, sehingga menjadi $(MK_EMAGENT_NMECTL) -lnnz11.
  5. kembali tampilan OUI, dan klik Retry.

 

Dalam sistem text mining, pada proses preprosesing biasanya dilakukan penyaringan terhadap kata-kata dalam dokumen yang sifatnya tidak penting. Penyaringan ini menggunakan kamus kata tertentu, yang kita sebut dengan database stop word. Saya sendiri memelihara database tersebut. Jika Anda butuh, silahkan unduh file csv.

Sejak Desember 2010, saya mulai berada di dua lingkungan, Linux (Fedora) dan Mac OSX. Saya sendiri masih membutuhkan lingkungan untuk pengembangan aplikasi J2ME. Untuk lingkungan Linux tidak masalah, karena saya menggunakan NetBeans dan WTK 2.5.x. Sedangkan untuk lingkungan Max OSX, saya hanya menggunakan Eclipse + ME Plugin. J2ME WTK 3.0 untuk Mac dapat diunduh secara gratis (sayangnya mulai versi 3, J2ME WTK tidak tersedia untuk Linux).

Untuk mengatur lingkungan J2ME di EclipseME, kita dapat lakukan dengan langkah sederhana:

  • Pilih Eclipse > Preferences > Java ME
  • Pada item WTK Root isikan /Applications/Java_ME_SDK_3.0.app/Contents/Resources
  • Kemudian pada Java ME > Device Management, klik Manual Install… lalu masukkan /Applications/Java_ME_SDK_3.0.app/Contents/Resources
  • Tunggu sampai semua emulator device muncul, klik Finish.

Sedangkan saya sudah punya lingkungan pengembangan J2ME di Mac OSX.

Ketika berbicara tentang media sosial saat ini, seolah-olah kita tidak dapat terlepas dari peran teknologi Internet (web 2.0) dan piranti ponsel (yang dikatakan sebagai media ke-7 setelah cetak, rekam, sinema, radio, televisi, dan Internet). Tanpa peran kedua teknologi dasar ini, saya percaya media sosial tidak akan dapat mencapai posisi dan berpengaruh seperti sekarang ini. Lihat saja bagaimana facebook.com menduduki peringkat pertama web site yang paling banyak dikunjungi tahun 2010, mengalahkan google yang berada pada posisi ke-2 (hitwise).
Faktor lain yang memungkinkan media sosial dapat berkembang saat ini juga karena generasi saat ini sangat membutuhkan untuk dapat bergaul dimanapun dan kapanpun, termasuk diwaktu mereka bekerja. Kompas, 12 Februari 2011 (hal 33) mempublikasikan sebuah artikel pendek menarik yang menyebut sebagai generasi elektronik yang autis namun semakin sosial. Ungkapan ini tidak berbedah jauh dengan uraian dari Don Tapscott dalam bukunya “Grown Up Digital”. Don Tapscott mengelompokkan generasi pemakai dunia digital dalam 4 kelompok: babby boom (1946 – 1964), gen X (1965 – 1976), net gen / gen y (1977 – 1997), dan gen next (1998 – sekarang). Pada tiap generasi memiliki masa teknologinya masig-masing: baby boom merupakan generasi televisi, gen x merupakan generasi pemakai Internet tertua. Bagi Net gen/gen Y, teknologi bagaikan udara. Televisi bagi generasi ini bagaikan sebuah “nyanyian” latar belakang yang mengiringi aktifitas lainnya, seperti mengakses Internet. Kemampuan multitasking Gen Y ini secara otomatis tumbuh, karena memang faktor penunjang di masa pertumbuhan mereka  sangat mendukung, seperti perkembangan ponsel dan akses ke Internet yang semakin mudah. Gen Y akan lebih sering menghabiskan waktunya dengan berhubungan sosial melalui Internet, ketimbang telpon atau sms. Saat ini hampir 50% pemakai ponsel mengakses aplikasi jaringan sosial, dan angka ini akan semakin besar untuk menggantikan posisi sms dan telepon pada tahun 2015.
Sebelum adanya aplikasi media sosial, seperti my space, facebook, twitter, orkut, koprol, foursquare, dan sebagainya, gen Y sangat aktif menggunakan media online chatting dan sebagian sms untuk dapat berinteraksi dengan teman-teman lainnya. Namun sejak muncul aplikasi wikipedia (2001), blog, friendster (2002) dan facebook (2004), gen Y seperti mendapat sebuah media baru yang sangat segar untuk dapat lebih meningkatkan interaksi dan komunikasi di antara mereka. Kemudian menyusul myspace (2006) dan twitter (2006). Selain aplikasi tersebut, banyak kemudian bermunculan aplikasi jarigan sosial online serupa, belum lagi layanan berbagi lain, seperti flickr, digg, raddit, dan sebagainya. Semua teknologi dan aplikasi tersebut sangat menunjang kebutuhan sosial gen Y.
Saya, sebagai generasi X, merasakan bagaimana kemampuan beradaptasi di dunia digital sekarang ini sangat dipengaruhi oleh pola berfikir saya yang secara tidak langsung juga dipengaruhi oleh masa kecil saya dahulu. Kondisi ini sangat berbeda dengan Gen Y yang memiliki bakat adaptasi yang luar biasa. Saya teringat dengan ungkapan Bill Clinton ketika di wawancari oleh Reader’s Digest Asia (diterbitkan edisi Februari 2011) “Kids [today] have something most people in history didn’t have: the ability to choose”. Saya sangat setuju dengan beliau. Pilihan-pilihan yang ditawarkan dari dunia saat ini lebih banyak dan memungkinkan Gen Y memiliki kebebasan untuk memilih sesuai dengan kesukaan mereka.
Banyaknya tawaran atau pilihan layanan/informasi ini juga memberikan dampak yang negatif jika tidak dapat diseleksi atau disikapi secara bijaksana oleh Gen Y. Banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyalah gunakan media online ini, terutama layanan jejaring sosial. Penipuan identitas, pencurian identitas, penyalahgunaan identitas banyak terjadi.
Walau demikian, para orang tua, yang mungkin berada di Gen X, tidak perlu melakukan pembatasan sedemikian rupa sehingga justru membatasi Gen Y untuk tidak “hidup” pada generasinya. Satu sisi, para orang tua perlu untuk menjadi teman, bukan sebagai pengawas. Di tempat lain, misalnya sekolah dan pekerjaan, perlu untuk membuat lingkungan yang mendukung Gen Y untuk dapat melakukan eksplorasi terhadap ide dan kreatifitas mereka, dengan arahan yang mendidik tentunya.

Hari Senin (14 Februari 2011) yang lalu, saya mencoba untuk memasang Open Journal System dalam rangka publikasi artikel dalam Jurnal Informatika UKDW ke publik (silahkan berkunjung ke http://ti.ukdw.ac.id/ojs). Sistem OJS ini menurut saya luar biasa, karena profile pemakai yang disediakan sangat lengkap, mulai dari author, reviewer, editor, subscribe manager, journal manager dan juga site administrator. Terhadap setiap profile tersebut, kita dapat memberikan kepada orang yang berbeda sesuai dengan perannya. Proses upload dokumen oleh author, dapat langsung diterima oleh reviewer melalui notifikasi yang sangat membantu. Jika reviewer menyatakan menerima dan menilai layak, maka artikel akan diterima oleh Editor yang selanjutnya oleh Editor akan diperbaiki dan dilayout (termasuk profread). Jika telah siap semua, maka selanjutnya akan diterbitkan pada suatu volume dan nomor jurnal tertentu. Semua pekerjaan dan aliran bisnis ini sangat sempurna dengan sistem OJS. Oleh karena itu, jurnal Informatika UKDW mencoba untuk menerapkan sistem ini mulai edisi 2011. Edisi-edisi sebelumnya, dengan terpaksa dipublikasikan dalam bentuk scan image dari jurnal tercetak, karena manajemen dokumen elektronik yang kurang baik pula sebelumnya. Semoga penerapan sistem OJS ini dapat sesuai dengan harapan dan rencana.

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.