Yang dilakukan berikutnya setelah client dibuat dalam sistem ERP adalah mendefinisikan beberapa master data, yaitu antara lain data Business Partner dan Product. Dalam data-data Business Partner (Master Data Management || Business Partner) biasanya yang akan kita definisikan adalah semua pihak yang terkait dengan sistem ERP kita, antara lain: Pelanggan, Vendor, Bank Account, Employee. Sedangkan untuk data-data produk yang terkait antara lain data detil produk itu sendiri dan juga price list. Price list yang dimaksud di sini adalah daftar harga-harga yang dikenakan pada sebuah produk, baik harga dari Vendor/Supplier, harga untuk pelanggan atau harga terendah. Banyak sekali item yang disediakan oleh OpenBravo untuk setiap master data tersebut. Oleh karena OpenBravo dikembangkan dari prinsip Compiere, maka tidak terdapat perbedaan besar dalam pengisian datanya.

Untuk memasukan data Vendor baru misalnya, silahkan masuk ke menu Master Data Management || Business Partner || Business Partner, kemudian klik tombol Create a New Record. Dari form data Business Partner baru kita dapat memasukan data Search Key dan Name. Lalu simpan. Selanjutnya, karena kita ingin mendefinisikan bahwa data baru ini sebagai Vendor, maka klik tab Vendor/Creditor. Klik item Vendor, dan isikan item-item lain seperti perilaku untuk pembayaran, kesepakatan pembayaran, rekening bank Vendor tersebut. Kemudian simpan.

Data Produk dapat dicatat sebagai produk yang dibeli atau di produksi. Selain itu, ada 3 item harga yang dapat melekat pada sebuah produk, yaitu List Price, Standard Price atau Price Limit. Setiap harga tersebut memiliki versinya masing-masing yang dapat berubah untuk suatu periode tertentu. Dokumentasi selengkapnya di wiki.openbravo.com.

Untuk memulai menggunakan ERP OpenBravo, pertama yang perlu disetup adalah Client. Client merupakan perusahaan resmi yang memiliki NPWP. Pada sebuah client dapat memiliki beberapa organisasi. Organisasi di sini dapat diartikan sebagai kantor cabang atau departemen dalam organisasi tersebut.

Untuk membuat sebuah client, Anda harus login sebagai System Administrator, dalam hal ini dapat login sebagai user Openbravo. Pilih menu General Setup > Client > Initial Client Setup. Pada tahap ini, kita juga harus memasukan file daftar rekening yang akan digunakan. Setelah dibuat, klik icon username Openbravo, lalu ubah Role menjadi LPP Perkebunan Role. Otomatis, item lainnya akan mengikuti. Pada Menu General Setup > Client, Anda akan melihat terdapat client baru yang bernama seperti yang Anda buat. Kemudian juga pada menu General Setup > Security > User, Anda akan menemukan dua user yang dibuat, yaitu xxxAdmin dan xxxUser. Kita dapat melihat daftar rekening yang kita masukkan dengan memilih menu Financial Management || Accounting || Setup || Account Tree || Element Value.

Dasar: http://wiki.openbravo.com/wiki/Install_translation

Unduh terlebih dahulu file konversi bahasa yang diinginkan, misalnya Malaysia (ms_MY). Siapkan terlebih dahulu subfolder ms_MY di dalam folder $OPENBRAVO_HOME/AppsOpenbravo/attach/lang, lalu ekstrak file translation zip ke dalam folder tersebut.

Login sebagai user Openbravo dengan passwordnya (default adalah openbravo). Setelah itu klik menu General Setup > Application > Language. Carilah bahasa malaysia, jika belum ada tambahkan seperti form berikut ini :

Jangan lupa beri tanda pada item Active dan System Language, kemudian klik icon Simpan (Save). Setelah di simpan, klik tombol Verify Languages. Setelah itu, dari command shell prompt, masuklah ke folder $OPENBRAVO_HOME, kemudian ketikkan berikut:

$ ant compile.complete (lama sekali kurang lebih 60 menit)

$ ant war

lalu copylah file openbravo.war dari folder $OPENBRAVO_HOME/AppsOpenbravo/lib ke dalam $APACHE_TOMCAT_HOME/webapps. Restart kembali tomcat Anda.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (versi online), kata komitmen memberikan pengertian:

perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu.

Dari pengalaman saya sendiri ketika mengembangkan sebuah sistem informasi berbasis komputer, hal pertama yang saya nilai adalah apakah ada komitmen dari pihak pimpinan (atau saya sebut sebagai sponsor proyek) terhadap pekerjaan tersebut. Apakah komitmen yang ada betul-betul dapat menjamin selesainya pekerjaan tersebut? Setelah itu, saya juga harus memiliki komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan. Artinya, untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan yang melibatkan banyak pihak, maka komitmen harus dimiliki oleh setiap pribadi yang terlibat, demikian juga organisasinya. Ini salah satu faktor terpenting untuk keberhasilan proyek TI/SI.

Demikian juga dengan penerapan OpenSource di Indonesia. Tidak hanya pemerintah saja yang harus punya komitmen, tapi juga setiap pribadi yang besedia mengambil peran di dalamnya. Komitmen ini tidak dapat setengah atau tiga perempat, tapi harus penuh. Saya percaya semangat untuk hal ini sangat besar, walaupun kendala juga besar, terutama kendala dari pribadi masing-masing. (more…)

Hari ini saya mendapat kenalan baru, seorang pengajar tetap di Oracle Education Indonesia. Kami banyak berdiskusi, terutama tentang pekerjaan. Yang ingin saya catat di sini adalah sedikit diskusi tentang lulusan TI dan lapangan pekerjaan. Dia lulus S1 dari Gunadarma Jakarta, lalu melanjutkan S2 di Ilkom UI. Hal menarik yang dia ceritakan adalah, setelah lulus S2, dan mencoba melamar di salah satu perusahaan IT terkemuka, dari bagian HR sudah mengatakan “Kami tidak memperhatikan apakah kamu lulus S1 atau S2, karena kami tidak mampu memberi gaji yang lebih tinggi untuk S2. Yang penting adalah kemampuan Anda”. Nah lho…koq…

Kemudian saya bertanya, “Bagaimana dengan sertifikasi profesional? Betul-betul terpakai tidak?”. Dia memberi gambaran bahwa bagian HR akan lebih mempercayai kita jika kita juga menyodorkan sertifikasi profesional. Misalnya saja kita mengatakan “Saya bisa menjadi database administrator Oracle 10g”, tapi jika kita tidak memiliki sertifikasi OCA/OCP, pihak perusahaan tentu tidak percaya, dan efek sampingnya adalah mempengaruhi tawar menawar gaji kita. Alasan yang paling kuat disampaikan oleh pihak HR mengenai hal ini adalah “Kami nanti harus mentrainingkan Anda juga, jadi kami tidak dapat memberikan gaji yang lebih tinggi dari sekian..”. Saya berujar, “Kalau menunjukkan sertifikat bahwa pernah ikut pelatihan profesional?” Dia berpendapat sama saja, pihak perusahaan tidak akan mempercayai. Tapi memang akan lebih baik jika memiliki sertifikat resmi dari vendor bahwa kita pernah mengikuti training.

Ini sebuah tuntutan bagi para pekerja TI sekarang, dan tentu saja ini sangat tergantung pada kasus, tidak semua seperti yang saya tulis di sini, tapi … alahkan lebih baik memang jika setidaknya selama di bangku kuliah S1 TI, Anda sebagai mahasiswa membekali dengan pelatihan-pelatihan profesional dari vendor. Hanya saran saja…

Tertegun juga melihat (walaupun tidak seluruhnya) tayangan langsung tentang “Kuliah Umum” Bill Gate di Indonesia, apalagi ditemani bapak Presiden RI. Sepertinya bapak Bill Gate ini kedudukannya serupa dengan Presiden negara tetangga, dan tidak hanya itu dari informasi yang direlease detik.com, peserta yang ingin mendengar atau melihat secara langsung bapak Bill Gate ini ternyata berjibun banyaknya.

Bapak Bill Gate memang punya kharisma, punya daya tarik tersendiri, dan saya pikir untuk itulah Microsoft cukup disegani. Waktu bapak Stallman datang ke sini, seingat saya tidak sampai ditemani bapak Presiden RI ya? (kalau salah mohon dikoreksi). Hmm…kalau seandainya bosnya dari vendor lain seperti Oracle, Cisco, IBM datang ke Indonesia kira-kira disambut seperti ini tidak ya?

Seperti yang ditulis oleh detik.com dengan tajuk “Tawarkan Software Baru Gratis, Gates Minta Syarat“, bapak Menteri Pendidikan kita akhirnya berujar:

“Jadi kalau dibantu, anak-anak kita nanti (takutnya) jadi terbiasa dengan Microsoft nanti saat lulus. Itu artinya saya sudah bantu jadi marketing mereka. Ha..ha..ha…,” gelak Bambang.

Setuju pak Bambang, bagaimanapun juga ketika dari kecil dibiasakan untuk hanya tahu pada satu produk, hal itu seperti menanamkan filosofi bahwa kalau tidak menggunakan produk Microsoft rasanya hambar. Kasihan khan generasi kita nanti… Kita tetap perlu menjaga keseimbangan ekosistem TI….

Next Page »