Saya termasuk terlambat untuk update Firmware N78 versi 30.011, karena update firmware ini sudah dikeluarkan sejak tanggal 29 Juni 2009. Saya update menggunakan Nokia PC Suite, dan saya mendapat firmware versi 30.011.051.1 bertanggal 5 Agustus 2009. Firmware 30.011 Versi awal 29 Juni 2009 juga dapat didownload di rapidshare (ada yang berbaik hati menaruh di sana). Setelah googling kembali hari ini, saya menemukan versi lain bertanggal 7 Desember 2009 yaitu Nokia N78 RM-235 APAC 30.011 v9.01. Tapi saya kurang begitu yakin dengan yang terakhir ini, karena ada perbedaan ukuran yang sangat mencolok, dimana yang versi “resmi” dari Update Nokia PCSuite berukuran 134M, sedangkan yang terakhir ini 30.011 v9.01 berukuran 85M. Saya tidak berani mencoba untuk memasangnya. Jika ada rekan yang sudah mencoba versi terakhir ini mungkin bisa di sharekan ke saya juga.

Setelah update firmware N78 dengan versi 30.011 (semula v21.002), saya merasa ada peningkatan pada kinerja dan response. Terasa lebih nyaman memang. Dan yang lebih baik saya merasa layanan Nokia OVI menjadi terasa lebih menyatu (walaupun saya hanya menggunakan untuk ovi mail dan upload foto ke ovi). Silahkan merujuk ke forum Nokia Australia untuk mendapat informasi tentang perubahan di versi 30.011.

Ada kebutuhan dalam database Oracle yaitu ingin menduplikat isi dari sebuah schema (kumpulan objek yang dimiliki oleh user) ke schema yang lain. Untuk melakukan ini, kita dapat menggunakan fasilitas export (exp) dan import (imp). Untuk menggunakan ini, kita dapat menggunakan user system. Contoh kita akan mencoba menduplikat dari schema HR ke schema TEST. Untuk itu, kita persiapkan user TEST:

conn / as sysdba
create user test identified by test;
grant connect, resource to test;
exit

dari prompt shell, pertama kita akan lakukan proses export dari database ke file dump :

exp 'system/<password>' owner=hr file=hr.dmp log=hr.log

kemudian untuk menduplikat schema ini ke schema TEST, dapat kita gunakan perintah imp:

imp 'system/<password>' fromuser=hr touser=test file=hr.dmp

Semoga bermanfaat!

Saya telah membuat dokumentasi pemasangan Oracle di Linux. Silahkan mengunjungi Instalasi Oracle di Linux

Ada sedikit perbedaan yang perlu diperhatikan ketika akan memasang software database yang baru dirilis tanggal 1 September 2009 yang lalu, yaitu Oracle 11g Release 2. Perbedaan tersebut terutama dalam konfigurasi parameter kernel Linux. Kembali dalam pembahasan ini akan dikhususkan pada pemasangannya di lingkungan Fedora 11 atau Fedora 12. Adapun parameter kernel yang perlu ditambahkan pada file /etc/sysctl.conf antara lain :

fs.aio-max-nr = 1048576
fs.file-max = 6815744
kernel.shmall = 2097152
kernel.shmmax = 536870912
kernel.shmmni = 4096
# semaphores: semmsl, semmns, semopm, semmni
kernel.sem = 250 32000 100 128
net.ipv4.ip_local_port_range = 9000 65500
net.core.rmem_default=262144
net.core.rmem_max=4194304
net.core.wmem_default=262144
net.core.wmem_max=1048586

Referensi tersebut dapat dilihat pada situs resmi RedHat GFS, yang merupakan sistem berkas yang mendukung clustering.

Parameter fs.aio-max-nr menyatakan jumlah maksimum permintaan concurrent yang diijinkan. Nilai parameter ini pada umumnya adalah 64KB, namun karena Oracle 11gR2 mendukung RAC, maka kebutuhan untuk meminta akses I/O secara asinkron lebih besar. Informasi lebih detil dapat dibaca di ibm.com.

Selain itu, yang perlu disiapkan juga adalah paket aplikasi pdksh juga sebaiknya sudah terpasang dalam sistem Linux kita, karena Oracle 11gR2 “mewajibkan” hal ini.

Untuk pemasangan software Oracle 11gR2, seperti pada versi sebelumnya kita akan berhadapan dengan OUI. Pertama kita diminta untuk memasukkan email kita, yang bisa kita kaitkan nantinya dengan account di Oracle Metalink. Pada versi terbaru ini, Oracle Database telah menyiapkan pemasangan Grid/Cluster sejak dari awalnya. Pada tahap selanjutnya, kita diberi pilihan apakah akan memasang single instance (seperti pada versi sebelumnya) atau memasang RAC database. Dalam hal ini kita pilih yang single instance. Tahapan ke-4, kita dapat menambahkan bahasa yang juga akan terpasang ke sistem Oracle Database 11g. Pilih Indonesia, lalu klik tombol > dan klik Next. Pilih Enterprise Edition untuk jenis produknya. Pemilihan ini tentu saja disesuaikan dengan lisensi yang akan atau sudah kita beli. OUI akan mengisi secara default nilai Oracle Base dan Oracle Home sesuai dengan variabel $ORACLE_BASE dan $ORACLE_HOME yang sudah kita set sebelumnya. Klik Next untuk membiarkan OUI menentukan group DBA dan System Operating Operator database Oracle nantinya. Jika dalam Linux kita belum terpasang paket aplikasi pdksh, kita dapat mengabaikan pesan kebutuhan ini dengan cara memberi cek pada item Ignore All. Setelah kita klik Next, OUI akan menampilkan ringkasan apa yang akan terpasang. Silahkan klik Finish untuk melanjutkan ke proses pemasangan software Oracle 11gR2.

Setelah proses pemasangan selesai, kita dapat melanjutkan untuk pembuatan database Single Instance seperti pada versi-versi sebelumnya dengan menggunakan alat bantu dbca. Untuk lebih memudahkan, sebelum pembuatan database baru, kita dapat mendefinisikan konfirmasi Oracle Network dengan menggunakan alat bantu netca. Setelah menjalankan netca, silahkan buat sebuah LISTENER baru untuk Single Instance database kita nanti, dengan cara memilih menu Listener Configuration.

Jika Anda tertarik untuk mencoba pemasangan Oracle RAC di single server, silahkan merujuk ke OBE Oracle.

Melanjutkan artikel contoh pengaksesan SInTA RESTful, ada satu layanan SInTA yang mengembalikan json array objek yang memiliki struktur class sebagai berikut :

public class SearchData {
    private String judul;
    private String nama;
    private String prodi;
    private String tahun;
    private String[] mtk;
    private String abstrak;

    // semua get dan set method terhadap atribut di atas
}

Dalam sebuah aplikasi client yang memanggil layanan RESTful SInTA ini, kita harus melakukan parsin format JSON Array Objek yang pada umumnya memiliki format :

[{"field":"value", ...}, ...]

Oleh karena saya menggunakan bahasa pemrograman Java untuk mengakses layanan SInTA ini, saya mencoba menggunakan pustaka berlisensi Apache yang bernama google-gson. Saya merasa lebih nyaman ketika menggunakan pustaka ini untuk memparsing data JSON. Berikut adalah main program yang saya gunakan untuk memparsing JSON Array objek di atas:

public class TestQueryWS {

    public static void main(String[] args) {

        try {
            String query = "kompresi sms";
            String username = "<masukkan username Anda>";
            String key = "<masukkan key API Anda>";

            RestResponse result = Rootsinta.search(query, username, key);
            String data = result.getDataAsString();

            Gson gson = new Gson();
            Type listType = new TypeToken<List<SearchData>>() {}.getType();

            List<SearchData> s = new ArrayList<SearchData>();
            s = gson.fromJson(data, listType);

            for(SearchData i:s) {
                System.out.println(i.getJudul());
            }

        } catch (Exception ex) {
            ex.printStackTrace();
        }

    }
}

Hasilnya sangat memuaskan!

Sekarang, saya akan memaparkan bagaimana mudahnya mengakses web service SInTA dengan menggunakan Netbean. Saya menggunakan Netbeans 6.7. Berikut beberapa tahapan yang perlu dilakukan:

Pada bagian (tab) Services, tambahkan Sinta WS

  • klik kanan pada item Web Services
  • pilih Add Web Service
  • paste http://222.124.22.27:81/sinta/resources/application.wadl pada item URL
  • klik OK

Setelah itu Anda akan mendapatkan sebuah item Web Service bernama sinta seperti pada gambar berikut:

Jika ingin dilihat WADLnya, silahkan klik kanan sinta, pilih View WADL.

Selanjutnya, Anda buat sebuah project baru:

  • Pilih New > Project > Java > Java Application
  • beri nama SintaSample, klik create Main Class
  • klik Finish
  • Dalam posisi jendela editor Main Class, dragging salah satu method sinta WS (Misal pustaka) dari jendela Services ke dalam jendela editor.
  • muncul dialog sebagai berikut :

  • klik OK
  • secara otomatis Netbeans akan membuatkan template buat Anda
  • di sana Netbeans juga membuatkan dua packages org.netbeans.saas.root dan org.netbeans.saas. Berikut contoh method yang dihasilkan dalam package org.netbeans.saas.root terhadap layanan pustaka:
        public static RestResponse pustaka(String nim, String username, String key) throws IOException {
            String[][] pathParams = new String[][]{};
            String[][] queryParams = new String[][]{{"nim", nim}, {"username", username}, {"key", key}};
            RestConnection conn = new RestConnection("http://222.124.22.27:81/sinta/resources/pustaka", pathParams, queryParams);
            sleep(1000);
            return conn.get();
        }
    
  • di dalam kedua package tersebut sudah tersedia class-class dispatcher untuk request dan retrieve
  • sekarang tinggal Anda masukan data parameter yang dibutuhkan!

Halaman Berikutnya »