Sama seperti hari kemarin, hari ini saya termasuk orang baru dalam pemakaian Presenter Console dari OpenOffice. Ketika GNOME sudah berstatus dual mode display, maka secara otomatis ketika saya menjalankan OpenOffice Impress (yang sudah ada Presenter Console) dan saya lakukan Slide Show, maka OpenOffice secara otomatis akan menampilkan layar Presenter Console seperti pada gambar di bawah ini. Bagus! Itu saja komentar saya.
Juni 26, 2009
OpenOffice Presenter Console
Posted by Budi Susanto under aplikasi gratis | Tag: OpenOffice |Leave a Comment
Juni 25, 2009
Hari ini saya ada kesempatan untuk mencoba pengaturan tampilan multi display dengan GNOME di Fedora 11. Mungkin percobaan ini sudah seharusnya dilakukan dulu-dulu, karena fasilitas Dual Mode GNOME sudah lama ada. Saya pinjam monitor LCD merk SAMSUNG dari salah satu komputer di lab TI UKDW, lalu saya konfigurasi melalui Display Preference. Pada dialog preference ini, GNOME sudah mengenali monitor SAMSUNG, walaupun dikenal sebagai Unknown. Saya klik kotak simbol Unknown, lalu saya aktifkan dengan klik opsi On dan Apply.
Setelah saya Apply, tampilan langsung di dua layar, salah satunya adalah layar notebook saya, langsung aktif. Selanjutnya saya geser posisi kotak simbol Laptop ke bawah layar Unknown. Dalam hal ini, layar utama adalah di layar Samsung. Saya coba jalankan Firefox dari layar Samsung, lalu saya geser ke bawah, yaitu ke layar Laptop. Sekarang saya bisa bekerja dengan dua layar. Ternyata enak sekali untuk seorang programmer ataupun penulis. Sangat sangat membantu.
Juni 24, 2009
twitterfox dan Boost for facebook
Posted by Budi Susanto under aplikasi gratis | Tag: aplikasi gratis |Leave a Comment
Setelah beberapa kali menahan diri untuk tidak pindah dari plurk.com, akhirnya saya memutuskan untuk migrasi seutuhnya ke twitter.com saja untuk microblog saya. Saya merasa lebih mendapat banyak manfaat dan ilmu dari twitter.com ini. Bagaimana tidak? Saya bisa mengikuti status dari banyak orang terkenal di sana, saya dapat mengikuti berita terkini dari banyak sumber.
Untuk itu saya membutuhkan beberapa alat bantu lain yang tidak hanya sekedar dari web twitter.com secara langsung. Ada banyak firefox add-on yang dapat kita pilih dan gunakan untuk berinteraksi dengan twitter.com. Dari sekian banyak add-on, akhirnya untuk saat ini saya jatuh hati pada twitterfox.
Ada add-on lain yang saya juga sedang sukai, yaitu Boost for Facebook. Dengan add-on ini, kita langsung mendapat preview image ketika kita arahkan mouse pointer kita ke gambar/foto yang ada di halaman facebook, selain ada banyak fungsi lain yang tersedia. Sederhana tapi sangat enak…
Juni 20, 2009
TweetDeck di Linux
Posted by Budi Susanto under aplikasi gratis | Tag: aplikasi gratis |[4] Comments
TweetDeck adalah sebuah aplikasi yang berjalan di atas Adobe AIR. Dengan TweetDeck kita dapat melihat posting dari teman-temen kita baik dari Twitter ataupun Facebook. Untuk menjalankan TweetDeck, pada Linux kita harus sudah terpasang Adobe AIR runtime yang dapat diunduh di Adobe AIR site. Jangan lupa juga, Anda sudah harus memasang Adobe Flash plugin di Firefox. Setelah semua terpasang dengan baik, kita dapat menjalankan TweetDeck. Selamat mencoba, TweetDeck bagus juga.
Juni 19, 2009
Memasang Oracle 11g di VirtualBox
Posted by Budi Susanto under OracleXE, sumber ilmu, uneg-uneg | Tag: oracle |Leave a Comment
Setelah memasang Fedora 11 di notebook saya, kemudian saya ingin kembali memasang Oracle 11gR1 di dalamnya. Ternyata setiap kali proses Linking dilakukan, selalu terjadi kesalahan sebagai berikut :
Masalahnya ketika dilihat pada log filenya selalu muncul beberapa kali pesan “INFO: gcc: unrecognized option ‘-no_cpprt’”. Lalu saya coba googling beberapa kali, tetap tidak menemukan masalah dan solusinya. Kemudian saya lari ke forums.oracle.com, dan sepertinya masalah ini tidak hanya saya saja yang mengalami. Dugaan sementara adalah glibc yang terpasang default pada Fedora 11 adalah glibc versi 2.10, padahal Oracle 11gR1 membutuhkan glibc versi 2.5. Yah… bagaimana mungkin bisa memasang glibc dengan dua versi yang berbeda? Mungkin ada temen-temen yang bisa membantu masalah ini? (lagi…)
Juni 5, 2009
Antara Microsoft, Java dan OpenSource
Posted by Budi Susanto under uneg-uneg | Tag: uneg-uneg |Leave a Comment
Microsoft akhirnya join di JavaOne dengan membawa sebuah contoh project StockTrader sebagai kolaborasi .NET dan Java. Seperti dugaan awal ketika Oracle membeli Sun, keikutsertaan Microsoft di ajang JavaOne tentunya sangat dipengaruhi bagaimana kebijakan ambil alih kerajaan Sun oleh Oracle tersebut. Lihat saja bagaimana project opensource StockTrader di ulas. Tidak ketinggalan, Microsoft juga berusaha untuk menggandeng IBM melalui WebSphere-nya.
Menurut saya, dalam kondisi pertumbuhan ekonomi yang merangkak, sangat perlu untuk sebuah Microsoft berfikir ulang untuk bersikap “ekslusif” untuk hanya produknya sendiri. Sebuah calon raksasa lain, yaitu “OracleSun” tentu lebih memiliki kuasa di pasar untuk masa mendatang. Jika Microsoft tetap menyikapi kondisi persaingan dengan “perang dingin”, itu sama saja dengan melumpuhkan diri sendiri.
Sisi lain yang sangat diperhatikan Microsoft adalah model opensource. Model ini betul-betul membuat Microsoft tidak bisa bergaya seperti anak kaya yang bisa melakukan apa saja sendiri. Lihat saja bagaimana strategi Microsoft menggandeng Novell SuSe untuk menguatkan “opini” bahwa Microsoft juga bisa melakukan model OpenSource.
Sepertinya “Oracle Sun” mulai membawa perubahan arah pasar TI dunia. Belum lagi, ada pihak dotcom besar, seperti Google, (bagaimana dengan Yahoo???) juga perlu dipertimbangkan.
Yang jelas, masing-masing memiliki visi dan misi sendiri-sendiri, dan tentu saja masing-masing ingin menapakkan kakinya dimana-mana. Pertarungan dan juga “pertemanan” menjadi sangat perlu bagi semua pihak tersebut, untuk pada akhirnya dapat memberikan sebuah layanan terpadu dan memudahkan bagi semua masyarakat maya di dunia ini, dan siapa tahu juga dapat memberi kesempatan kepada siapa saja, termasuk saya mungking, untuk membuka peluang kesempatan kerja.
Ini hanya pemikiran saya saja yang mencoba melihat dari sudut pandang seorang pemakai akhir. Bagaimana pendapat Anda?
















